Waspada
Waspada » KIRAB Prihatin Persatuan Anak Bangsa Carut Marut
Medan

KIRAB Prihatin Persatuan Anak Bangsa Carut Marut

DIREKTUR Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Provinsi Sumatera Utara, Indra Buana Tanjung SH. KIRAB prihatin persatuan anak bangsa yang mulai carut marut. Waspada/Ist
DIREKTUR Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Provinsi Sumatera Utara, Indra Buana Tanjung SH. KIRAB prihatin persatuan anak bangsa yang mulai carut marut. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Direktur Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Provinsi Sumatera Utara, Indra Buana Tanjung SH (foto) prihatin dengan persatuan dan kesatuan anak bangsa yang mulai carut marut akibat kepentingan satu golongan.

“Kita prihatin dengan kondisi terkini dengan munculnya kepentingan satu golongan untuk merebut kekuasaan yang berpotensi memecah belah bangsa,” kata Indra kepada Waspada, di Medan, Jumat (5/3).

Dia merespon digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di di Hotel The Hill, Deli Serdang yang diwarnai kegadunan antara kelompok yang pro dan kontra KLB.

“Kita sesalkan terjadinya peristiwa yang membuat kehebohan, bukan hanya di Sumatera Utara, tetapi di tanah air,” katanya.

Sebagai komponen anak bangsa, KIRAB merasa terpanggil untuk menyuarakan tentang KLB yang digelar saat bangsa ini dihadapkan pada pandemi Covid-19.

KLB tampaknya digelar karena ada kepentingan satu golongan untuk menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan yang berpotensi memecah belah. Bahkan cenderung menimbulkan konflik horisontal antar anak bangsa.

Unsur Pemaksaan

Hal ini terjadi karena ada unsur pemaksaan kehendak yang menginginkan persoalan diatasi dengan cara-cara sepihak, sehingga menimbulkan gesekan, bukan hanya antarpengurus partai, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.

“Karenanya, kita berharap penegakan supremasi hukum diutamakan untuk menyelesaikan konflik di tubuh partai Demokrat, agar kehidupan bangsa berjalan kondusif kembali,” katanya.

Terhadap KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Indra menegaskan menolak tegas kegiatan itu, dengan alasan terjadi penghimpunan massa dalam jumlah besar, yang dikhawatirkan menimbulkan klaster pandemi Covid-19.

Indra mengherankan tidak tegasnya aparat berwenang, termasuk kepolisian di Deli Serdang, yang seharusnya ikut memberi wewenang memutuskan boleh tidaknya KLB.

“Kenyataaanya KLB berjalan rusuh, dan telah memilih ketua baru,” katanya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2