Khairul Optimis Rempah Indonesia Bumbui Dunia - Waspada

Khairul Optimis Rempah Indonesia Bumbui Dunia

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Ketua Komite Rempah Nusantara, Lembaga Kajian Nawacita, Khairul Mahalli menyebutkan peluang rempah-rempah Indonesia kembali membumbui dunia sangat besar, salah satunya dikarenakan cita rasa rempah Indonesia yang khas (volcano land).

‘’Kita optimis rempah Indonesia bumbui dunia. Karena Indonesia menjadi salah satu produsen rempah-rempah dan termasuk dalam 5 negara produsen rempah-rempah terbesar di dunia. Saingan Indonesia adalah Madagaskar, Vietnam, India, dan China,’’ucap Khairul Mahalli, juga Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) kepada Waspada, Kamis (18/11).

Khairul Mahalli juga menyebutkan, komoditas rempah-rempah Indonesia menjadi salah satu komoditas sub sektor perkebunan yang berpeluang besar di pasar Internasional, dimana ekspor produk pertanian Indonesia mengalami pertumbuhan, yang salah satunya adalah rempah-rempah.

‘’Tahun 1990 hingga 2015, ekspor rempah Indonesia mengalami pertumbuhan 45 kali lipat, namun setelah itu, mengalami penurunan sekitar 27,2 persen hingga tahun 2019,’’ cetus Khairul.

Khairul Mahalli menjelaskan, peluang produk rempah Indonesia di pasar ekspor cukup tinggi karena kebutuhan terhadap rempah di ekspor cenderung stabil dan tumbuh, baik untuk bahan makanan, parfum, maupun farmasi.

Kemudian tren penggunaan rempah organik yang terus meningkat di ekspor. Sementara Vietnam dan China sebagai pemasok utama saat ini mengalami beberapa measures terkait pengguna pestisida dan cita rasa rempah Indonesia yang khas (volcano land).

Untuk itu, kata Khariul, agar rempah Indonesia bisa leading di pasar dunia dan menghilangkan cap rempah Indonesia di pasar dunia lebih mahal harus dilakukan hal-hal berikut:

Meningkatkan teknologi pengolahan agar berkembang dengan baik, contohnya India dan Sri Lanka sejak 30 tahun lalu sudah menerapkan pertanian organik dan menggunakan mesin pengolahan produksi lokal dengan kualitas yang jauh lebih baik dari mesin produksi China namun dengan harga sama.

Lalu, Brazil dan Vietnam menggunakan mesin pembersih, sortir, dan pengering yang jauh lebih baik dari Indonesia. ‘’Ini harus ditiru,’’ ujar Khairul.

Khairul juga menyebutkan budidaya rempah Indonesia harus dilakukan secara masif, agar mekanisasi pertanian tidak terbatas. ‘’Tekan biaya logistik agar tidak tinggi. Jaga kontinuitas pasokan dan konsistensi kualitas,’’ tandas Khairul Mahalli.

Sebelumnya, Lembaga Kajian Nawacita (LKN), telah menunjuk Khairul Mahalli sebagai Ketua Komite Rempah Nusantara melalui SK Ketua Umum LKN Nomor: 67/SK-LKN/XI/2021 tentang Pengurus Komite Rempah Nusantara Lembaga Kajian Nawacita masa bakti 2021-2024.

SK tersebut ditetapkan di Jakarta, 15 November 2021 yang langsung ditandatangani Ketua Umum LKN, Ir Samsul Hadi dan Sekretaris Jenderal LKN, Totok Sediyantoro, MBA.

Adapun susunan pengurus lengkap Komite Rempah Nusantara, Lembaga Kajian Nawacita masa bakti 2021 – 2024 yakni, Dewan Pakar : Laksma TNI Purn Heri Suyanto, S.Mn, Ir Gamal Nasir, MS, Lukman Basri, Dr Trubus R Prawiharja, SH, MH.

Ketua: Khairul Mahalli, Sekretaris: Retno Dewi Hendrastuti, Bendahara: CH. Idham Dalimunthe, bidang Agro Industri: Muhamad Idris, Perdagangan & Pembiayaan: Atqkan, MM, CITF, PhD dan bidang Pengembangan & Kemitraan: Iwan Soetrisna.(m29)

Waspada/Ist
Ketua Komite Rempah Nusantara, Lembaga Kajian Nawacita, Khairul Mahalli optimis rempah-rempah Indonesia membumbui dunia, salah satunya dikarenakan cita rasa rempah Indonesia yang khas (volcano land).

  • Bagikan