Ketum GPEI Sampaikan Cara Mudah Jadi Eksportir Di Picthing Deck UMKM Dinas PMPTSP Aceh

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Ketua Umum (Ketum) DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khairul Mahalli tampail sebagai narasumber di acara Picthing Deck Kemitraaan UMKM dengan Usaha Besar yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Jumat (26/11).

Khairul Mahalli kepada Waspada di Medan, Sabtu (27/11) menyebutkan acara tersebut dihadiri Kadis PMPTSP Aceh, Marthunis, ST, DEA, bersama dua pembicara lainnya, Kepala BEI Cabang Provinsi Aceh, Thasrif Murhadi dan Venture Fund Specialist -BRIVentures, Muhammad Khaidir serta para pengusaha, pelaku UMKM dan undangan.

Dalam pemaparannya, Khairul Mahalli menyebutkan sebenarnya tidak sulit untuk menjadi seorang eksportir jika pelaku usaha dan UMKM yang sudah memiliki produk siap ekspor ingin mengembangkan pangsa pasarnya ke luar negeri.

Hal pertama yang harus disiapkan adalah izin usaha dan dokumen legalitas usaha untuk ekspor, dimana tahapan ekspor tersebut dimulai dengan penentuan identitas, cari barang, register di web, perkenalan, penawaran, sales order (sales kontrak), dokumen pengiriman barang dan kepuasan pelanggan.

Khairul Mahalli menjelaskan, cari barang bisa disekeliling kita, seperti cari barang stok dari pabrik-pabrik yang belum terjual. Setelah itu, yakinkan pembayaran dilakukan oleh kita sebagai pembeli. Jangan sekali-kali bayar ke supplier kalau stok barangnya belum ready 100 persen.

‘’Kalau kita berhubungan dengan broker, pastikan broker yang punya barang. Kita bisa cari barang tersebut via google, yellow pages, koran, dan web startup eksport,’’ terangnya.

Untuk register di web internasional, kata Khairul, salah satu cara yang murah meriah dalam mencari customer luar negeri yaitu dengan meregister usaha kita di website or startup international.

Dalam menulis usaha kita di startup international, pastikan foto barang, nama kita, nama PT dan alamat, nomor kantor, nomor WA, email address dapat tertulis secara lengkap dengan harapan customer luar negeri akan lebih mudah jika ingin menghubungi kita.

‘’Sering-sering mengecek inbox email kita, untuk segera menjawab kalau ada yang masuk,’’ pesan Khairul.

Selanjutnya, Khairul Mahalli menyebutkan, setelah mengirim surat perkenalan ke perusahaan luar negeri dengan barang yang ingin kita jual, hal yang dilakukan selanjutnya adalah mengirim surat penawaran apabila ada permintaan harga dari costumer luar negeri.

Dalam surat penawaran yang kita kirim, kata Khairul, pastikan cara pembayaran T/T 100 persen di depan. Dan mengenai barang yang ditawarkan, pastikan kita menggambarkan kualitas barangnya dengan tepat.

‘’Jangan katakan barangnya bagus, tetapi setelah sampai negara tujuan dan kontainer dibuka dan dicek kualitinya ternyata jelek, customer luar negeri pasti kecewa. Makanya katakan dengan sejujurnya mengenai kualitas barangnya,’’ ujarnya.

Khairul Mahalli juga menyebutkan sales kontrak itu harus ditandatangan dan dicap perusahaan oleh customer kita diluar negeri dan dikirim balik ke kita by scan email. ‘’Ini untuk lebih sah dan pasti dan serius order,’’ cetusnya.

Khairul Mahalli menambahkan, hal terpenting lainnya adalah dokumen pengiriman barang setelah sales kontrak telah ditandatangani. Selanjutnya customer luar negeri akan mengirim pembayaran T/T dari bank mereka di luar negeri ke bank kita disini.

‘’Pastikan dengan sangat sebelum T/T dijalankan, stok barang ekspor kita sudah ready ekspor. Jangan sekali-kali minta pembayaran ke customer luar negeri sebelum ready stock barang,’’ tuturnya.

Setelah pembayaran diterima, langkah-langkah ekspor dan dokumen ekspor adalah dengan meminta jadwal kapal ke shipping company, setelah jadwal sudah disetujui oleh customer luar negeri, baru kita bikin dokumen pengapalan.

Dokumen pengapalan tersebuut berupa shipping instructions, invoice, packing list. Kita juga perlu menghubungi Perusahaan EMKL untuk menyiapkan truk kontainer dan ambil kontainer. Surat yang kita beri ke EMKL yaitu EMK instruktions. Serta bersama EMKL kita bikin PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) dan NPE (Nota PersetujuanEksport).

‘’Tiba waktunya stuffing kontainer, hari yang sudah ditetapkan kita masukkan barang ekspor ke kontainer. Lalu kita ambil foto-foto seperti foto barang, foto waktu masukkan barang ke kontainer sampai selesai dan foto sampai pintu kontainer ditutup,’’ tutup Khairul Mahalli.(m29)

Waspada/Ist
Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahalli menyampaikan makalah dalam acara Picthing Deck Kemitraaan UMKM dengan Usaha Besar yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Jumat (26/11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *