Ketua Senat Pertama Dukung Reuni dan Silaturahmi Akbar ITM

  • Bagikan

Ketua Panitia Pelaksana Reuni Akbar Alumni ITM, Sahrial Hasibuan (kiri depan) bersama alumni ITM lainnya saat silaturahmi dengan Ketua Senat ITM periode 1991 – 1992, Syafruddin, ST, (kanan depan) guna meminta dukungan dana mensukseskan reuni yang akan digelar 14 Mei 2022. Waspada/Istimewa

MEDAN (Waspada) : Alumni Institut Teknologi Medan (ITM) merupakan fosil-fosil yang menjadi sejarah kelam pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, yang tidak pernah mendapat pembelaan dari Pemerintahan Provinsi, kalangan akademis bahkan politisi untuk mempertahankan kampus ITM sebagai rumah ilmu dan memikirkan nasib mahasiswanya.

“Polemik Yayasan Dwi Warna yang berkepanjangan dan berakhir dibekukannya aktivitas Civitas Akademika menghantarkan mahasiswa ITM harus hengkang dari kampus, berhamburan ke PTS yang bersedia menerima Mahasiswa yang sedang menuntut ilmu,” kata Ketua Senat Mahasiswa (sekarang BEM – Badan Eksekutif Mahasiswa) pertama Institut Teknologi Medan periode 1991 – 1992, Syafruddin, ST, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (17/4).

Belum lagi lanjut Syafruddin yang dikenal sebagai motivator pergerakan mahasiswa era Orde Baru (Orba) itu mengatakan, tidak hanya mahasiswa dan keluarganya yang dirugikan akibat bubarnya kampus ITM tapi juga alumni sangat terpukul.

“Mahasiswa dan keluarganya sangat dirugikan atas kejadian ini. Bagi alumni ITM juga sangat terpukul karena kampus yang di cintai sudah tiada. Kini Alumni ITM jadi seperti fosil – fosil dari sejarah pendidikan di Indonseia dan khususnya di Medan Sumatera Utara,” ungkap Syafruddin saat mahasiswa sangat dekat dengan almarhum Ketua Yayasan Dwi Warna pemilik Kampus ITM, Masri, BA.

Mengenai agenda Perkumpulan Alumni Institut Teknologi Medan (PA ITM) menggelar Reuni dan Silaturahmi Akbar seluruh angkatan mengusung tema “Setidaknya Kita Pernah Satu Kampus, Silaturahmi Harus Tetap Terjaga” di Taman Cadika Pramuka Medan, Jalan Karya Wisata, Kota Medan, Sabtu 14 Mei 2022, Syafruddin sangat mendukung dan optimis akan ada semangat baru para alumni.

“Reuni ITM bulan depan menjadikan momentum silahturrahmi bagi alumni yang pernah mengecap pendidikan di ITM dan InsyaAllah bisa menjadi awal yang baik dan menjadi semangat baru dalam membangun kebersamaan sesuai tema reuni. Atau sebaliknya, barangkali ajang silahturrahmi yang akhir? Saya ucapkan semangat baru, semoga Reuni ITM berjalan lancar dan sukses,” ucap Syafruddin.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Reuni Akbar Alumni ITM, Sahrial Hasibuan, mengatakan agenda Reuni dan Silaturahmi Akbar 2022 guna terus menjalin dan memperkokoh sesama alumni dalam suatu emosional menuju kiprah dalam derap langkah seirama mewujudkan kemajuan dan mensinergikan profesi alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

“Alumni ITM sebagai bagian dari kaum intelektual bangsa, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam perjalanan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Peran dan partisipasi aktif ini idealnya terlihat dalam dunia kerja, dunia pendidikan dan dunia usaha serta aktifitas sosial kemasyarakatan,” kata Sahrial yang bertemu dan silaturahmi dengan Syafruddin beberapa waktu lalu di Kota Medan.

Sebagai PTS Teknik tertua di Sumatera kata Sahrial, ribuan alumni ITM memiliki peran yang besar dan diperhitungkan di tengah masyarakat. Namun dari berbagai pengalaman alumni ITM dalam upayanya berpartisipasi dalam pembangunan dan relasi sosial kemasyarakatan merasakan perlunya membangun hubungan silaturahmi antar sesama alumni
ITM. Karena tidak dapat dipungkiri hubungan emosional yang dibangun atas suatu dasar identitas kesamaan mampu memudahkan suatu tujuan dan kerjasama kolektif antar individu.

“Atas dasar hal inilah alumni TIM yang tersebar di berbagai wilayah Republik
Indonesia bahkan luar negeri terpanggil untuk menyatukan visi dan misi dalam suatu Perkumpulan Alumni Institut Teknologi Medan sebagai organisasi alumni. Dengan harapan tersambung dan
terpeliharanya silaturahmi antar sesama alumni Institut Teknologi Medan dapat meningkatkan kapasitas
personal setiap anggota secara khusus dan alumni ITM secara umum, baik dalam dunia pekerjaan, dunia
usaha, dan dunia teknologi,” terang Ketua Organizing Committee Reuni Akbar ITM, Sahrial Hasibuan yang juga Koordinator Daerah Perkumpulan Alumni (PA) ITM, didampingi Wakil Ketua Muliamin, Sekretaris Muhammad Fadlan Siregar, dan Bendahara Rina Saraswaty.

Untuk pendaftaran reuni secara ofline alumni bisa langsung mendatangi Sekretariat Panitia di Jalan Saudara Ujung No. 207 Medan, Simpang Limun, atau pada saat pelaksanaan acara di Taman Cadika Pramuka Medan, Jl. Karya Wisata, Medan Johor. Atau secara ara online melalui link pendaftaran: https://form.gle/FbRQyMQowrd8EzYy8 dan mengupload bukti transfer pembayaran.

Untuk biaya konsumsi dan seluruh rangkaian kegiatan Reuni Akbar sebesar Rp200 ribu untuk dua orang (pasangan) melalui transfer ke rekening BCA, a/c. 8375103024, bendahara atasnama Rina Saraswaty.(j01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.