Ketua Forum KBIH: Masih Pandemi Baiknya Umrah Tunda

Ketua Forum KBIH: Masih Pandemi Baiknya Umrah Tunda

  • Bagikan
Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Sumut, H Ilyas Halim MPd. Waspada/ist
Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Sumut, H Ilyas Halim MPd. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Kebolehan melaksanakan ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi disahuti positif. “Alhamdulillah, kegiatan ibadah umrah sudah dibuka kembali,” kata Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Sumut, H Ilyas Halim MPd, Jumat (6/8).

“Alhamdulillah, ibadah umrah telah dibuka kembali oleh Arab Saudi namun saya berpikir agar jamaah Indonesia tidak berangkat melaksanakan ibadah umrah saat ini,”ujar Ilyas Halim.

Dia beralasan, untuk jamaah yang ingin berangkat tahun ini agar menunda sementara, menunggu masalah covid menurun fokus saja dulu menghindari terjangkit virus.

Jika ingin juga berangkat, harus mempersiapkan ongkos yang mahal mungkin sampai 60 juta.

Mempersiapkan kesehatan yang benar-benar prima. Mempersiapkan diri dan mental yang kuat, karena lebih lama isolasi dari waktu ibadah. Tidak leluasa untuk ibadah di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah begitu juga saat melaksanakan ziarah-ziarah.

“Hal yang paling menyibukkan jamaah banyaknya dokumen yang harus dipersiapkan dan lobi-lobi kepada negara yang akan disinggahi untuk masa karantina. Bahkan ketentuan vaksin yang harus dipenuhi oleh jamaah berbeda dengan vaksin yang sudah disuntikkan saat ini. Jadi akan sulit prosesnya,” kata Ilyas Halim.

Sebelumnya diberitakan, kabar gembira datang dari Arab Saudi bagi masyarakat muslim Indonesia. Informasi tersebut disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh terkait rencana pemerintah Arab Saudi yang akan mengizinkan jemaah umrah dari luar negaranya mulai 10 Agustus 2021.

Menanggapi hal tersebut, Lisda Hendrajoni, anggota Komisi VIII DPR RI yang juga membidangi penyelenggaraan Haji dan Umroh, mendesak segala pihak agar segera mempersiapkan segala persyaratan yang diminta oleh pihak Arab Saudi.

“Ini kabar gembira bagi umat muslim di Indonesia. Kepada para pihak yang berkompeten harus segera mempersiapkan segala kebutuhan dan persyaratan yang diminta oleh KSA jauh-jauh hari, agar para jemaah tidak mengalami hambatan saat berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Lisda.(m22)

 

 

  • Bagikan