Waspada
Waspada » Ketua DPW PSI Prihatin Ada Rapat “Gelap” Di DPRD Sumut
Medan

Ketua DPW PSI Prihatin Ada Rapat “Gelap” Di DPRD Sumut

KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara, HM Nezar Djoely. Dia menyesalkan dan prihatin ada rapat "gelap" di DPRD Sumut. Waspada/Ist
KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara, HM Nezar Djoely. Dia menyesalkan dan prihatin ada rapat "gelap" di DPRD Sumut. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara, HM Nezar Djoely (foto) mengaku prihatin ada rapat “gelap” dI DPRD Sumut dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Selasa lalu.

“Kita sesalkan rapat “gelap itu. Seharusnya di era transparansi saat ini hal semacam itu tidak boleh terjadi,” kata Nezar kepada sejumlah wartawan, di Medan, Kamis (4/3).

Mantan sekertaris dan wakil sekertaris Komisi D DPRD Sumut di tahun 2014-2016 merespon rapat tertutup antara Komisi D yang diketuai Delpin Barus, dengan alasan yang dibahas masih bersifat internal.

Akibatnya, wartawan yang sehari-hari bertugas di lingkungan DPRD Sumut kecewa setelah tak diperkenankan masuk. Itu terjadi setelah anggota dewan Ari Wibowo mengusulkan agar rapat yang membahas masalah anggaran ini tidak diluput media.

Atas usulan ini Ketua Komisi D yang baru diangkat jadi ketua komisi itu menyetujuinya.

Merespon ini, Nezar Djoely mengkritisi kepiawaian dan kepemimpinan Delpin Barus dan menyatakan tidak selayaknya ketua Komisi D berdalih dan menyalahkan anggotanya sendiri, bahwa rapat tertutup usulan anggota.

“Apalagi diketahui cuma satu anggota yang mengusulkan, sehingga ini menjadi tanda tanya kepemimpinan ketua dalam memenej rapat. Sebab, apapun putusan rapat yang dijalankan ada di tangan ketua,” katanya.

Terlebih, lanjut dia, jika jabatan ketua komisi masih baru diemban maka seharusnya bisa bertanya dan berkonsultasi ke pimpinan komisi lainnya.

“Apalagii saat ini di setiap komisi telah disediakan dan memiliki tiga tenaga ahli komisi. Sehingga jika ada yg diragukan bisa bertanya,”ucap Nezar.

Terkait rapat yang digelar tertutup, Ketua Komisi D DPRD Sumut Delpin Barus berdalih hal itu dilakukan atas permintaan anggota dewan lainnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2