Keseriusan Pemprovsu Dipertanyakan Berantas Narkoba

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Zainuddin Purba (foto) kembali mempertanyakan keseriusan Pemprovsu dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di daerah ini.

Pasalnya, dewan sudah tiga kali menyurati Gubsu, Kapoldasu dan Kejatisu dan Pangdam terkait penutupan diskotek di Deli Serdang dan Langkat namun hingga kini belum direspon.

“Kita sudah tiga kali berkirim surat namun belum ada respon dari tiga petinggi di Sumut itu,” kata Zainuddin Purba kepada Waspada, di Medan, Selasa (16/11).

Anggota dewan dari Fraksi Golkar itu merespon pembacaan pandangan umum fraksi tentang R-APBD 2022 di ruang dewan yang dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi.


“Tadi saya yang bacakan langsung, kembali saya tegaskan sudah tiga kali surat dilayangkan kepada Saudara Gubernur, Saudara pimpinan DPRD Sumut, Saudara Kapoldasu, dan Saudara Pangdam I/BB, tentang tiga diskotek ilegal di wilayah seputaran Binjai, Langkat, dan Deliserdang segera ditutup karena disinyalir menjadi tempat transaksi narkoba,” katanya.

Hingga kini, surat yang dikirim secara periodik Mei hingga September 2021 yang isinya meminta tiga diskotik tersebut belum kunjung ditutup.

Transaksi narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu begitu bebas dan terang-terangan dan para bandar menjual narkotika dan menyiapkan tempat memakainya, namun sampai saat ini tidak ada tindakan apa pun.

Bahkan dalam resesnya ke sejumlah desa di Langkat, pekan lalu, Zainuddin mengaku mendapat laporan bahwa bandar narkoba sudah masuk wilayah pedesaan. “Ini terus jadi kecemasan saya waktu reses pada 5-14 Nopember lalu di Langkat,” katanya.

Ditanya apakah masyarakat di sana sudah melaporkan peredaran narkoba kepada aparat kepolisian setempat, Zainuddin mengaku sudah dilakukan. “Namun warga di sana justru diteror bahkan rumah mereka dilempar bom molotov,” ujar anggota dewan Dapil XII yang melipuiti Binjai dan Langkat ini.

Akibat pembiaran itu, di tiga kawasan di BInjai, Deli Serdang dan Langkat rawan terjadi angka kriminallitas. Hasil para petani kita, seperti palawija, petani kelapa sawit, habis dijarah. Pencurian dengan perampasan sudah menjadi hal yang biasa kami saksikan,” ucap Zainuddin.

Zainuddin mengatakan peredaran narkoba ini membuat angka kematian overdosis narkoba juga meningkat. Dia meminta Kapolda Sumut bertanggung jawab terkait hal ini.

“Kalau mati overdosis adalah hal biasa yang kami saksikan. Ini adalah tanggung jawab Saudara Kapoldasu secara hukum, karena ini menyangkut ketertiban dan kenyamanan masyarakat Sumatera Utara,” jelasnya. (cpb)

Teks foto

Anggota DPRD Sumut Zainuddin Purba. Waspada /ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *