Waspada
Waspada » Kesejahteraan Perawat Masih Di Bawah Standar
Medan

Kesejahteraan Perawat Masih Di Bawah Standar

KETUA Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Utara Mahsur Al Hazkiyani (dua kiri) menyerahkan nasi tumpeng kepada Wagub Musa Rajekshah pada peringatan HUT PPNI ke 47 di Medan, Senin (22/3). Saat ini, masih banyak di antara para perawat yang tingkat kesejahteraannya masih berada di bawah standar. Waspada/Ist
KETUA Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Utara Mahsur Al Hazkiyani (dua kiri) menyerahkan nasi tumpeng kepada Wagub Musa Rajekshah pada peringatan HUT PPNI ke 47 di Medan, Senin (22/3). Saat ini, masih banyak di antara para perawat yang tingkat kesejahteraannya masih berada di bawah standar. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sebagai salah satu komponen tenaga medis di tanah air, peran perawat tentunya akan sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Namun mirisnya, sampai saat ini, masih banyak di antara para perawat yang tingkat kesejahteraannya masih berada di bawah standar.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Utara Mahsur Al Hazkiyani meminta agar pengurus PPNI di daerah dapat terus bersinergi dan berjuang dalam mengadvokasi para anggota. Salah satunya dengan bagaimana mengajukan kepada pemerintah agar regulasi yang ada dapat diterapkan dengan sebaiknya.

“Terutama yang honorer harus mendapatkan upah minimum. Sebab kenyataannya (masih) banyak perawat yang dipekerjakan dibawah upah standar dan jumlahnya itu tidak layak hidup,” ungkapnya pada peringatan HUT PPNI ke 47 di Medan, Senin (22/3).

Mahsur menjelaskan, tingkat kesejahteraan perawat memang masih sangat memperihatinkan. Bahkan beber dia, banyak perawat yang telah bekerja secara sukarela hingga bertahun-tahun, tapi upahnya masih Rp1,5 juta.

Untuk itu, Mahsur mengaku berharap agar pemerintah di Sumatera Utara dapat terketuk hatinya melihat kondisi ini.

Karena menurutnya, bagaimana mungkin seorang perawat melaksanakan tugas dan kewajibannya kalau kehidupannya juga belum terpenuhi dengan baik.

“Kami berharap Pemprovsu dapat melakukan terobosan untuk memberdayakan perawat-perawat. Apalagi kita tahu pelayanan kesehatan yang selama ini ada bahkan sejak dulu sangat maksimal kalau dilakukan oleh seorang perawat. Kami sendiri ada program satu perawat satu desa, dan ini mungkin bisa diterapkan melalui dana desa untuk penempatan perawat-perawat di desa,” jelasnya.

Pada sambutannya dalam kegiatan syukuran dan tausyiah HUT PPNI ke 47 yang mengambil tema ‘Perawat tangguh Indonesia bebas Covid-19 masyarakat sehat’ ini menyampaikan, bahwa perawat adalah role model.

Ini dimaksudkan agar masyarakat lebih patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan. Oleh karena itu, dia juga mengajak insan perawat terus memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

“Kami selalu siap membantu pemerintah dan juga siap mendukung kegiatan pemerintah Provinsi Sumut,” katanya.

Katanya saat awal pandemi tidak ada satu perawat pun yang bersedia bertugas di rumah sakit dua rumah sakit khusus yang ditetapkan pemerintah melayani pasien Covid-19. Namun PPNI, kata Mahsur dapat menghadirkan anggota yang siap berjihad menghadapi Covid-19.

“Perwakilan perawat ada 400-an kali terdampak Covid-19. Sampai saat ini belum pernah mendapatkan apresiasi,” imbuhnya.

Begitupun, tambah Mahsur, dalam bencana, PPNI juga dalam waktu singkat akan selalu hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meski, banyak di antara perawat yang juga merasakan dampak dari bencana tersebut.

Suka Duka

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyatakan di usianya yang ke 47 tahun tentunya sudah banyak suka duka yang telah dilewati oleh PPNI.

Karenanya, dalam kesempatan ini, Wagub menyampaikan permohonan maaf kalau perhatian pemerintah masih dianggap kurang. “Tapi kami berharap tetaplah kita bersemangat,” ujarnya.

Menurut Wagub Sumut Covid-19 merupakan ujian bagi pemerintah untuk lebih perhatian kepada dunia kesehatan. Dia pun sangat mengharapkan kerjasama yang baik dari seluruh organisasi profesi baik IDI dan PPNI.

“Jangan bosan-bosan memberikan masukan kepada kami. Semoga masyarakat Sumut tetap sehat, dan Covid-19 cepat berakhir agar masyarakat bisa kembali membangun ekonomi,” tandasnya. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2