Waspada
Waspada » Kesadaran Perencanaan Keuangan Keluarga Minim
Medan

Kesadaran Perencanaan Keuangan Keluarga Minim

KONSULTAN Perencanaan Keuangan dari Jakarta, Nanda Faradewi memberi paparannya dalam talkshow yang digelar Cafe Kedera, di Jalan Rakyat, Minggu (16/2).Kesadaran pentingnya perencanaan keuangan keluarga masih minim.Waspada/Yuni Naibaho
KONSULTAN Perencanaan Keuangan dari Jakarta, Nanda Faradewi memberi paparannya dalam talkshow yang digelar Cafe Kedera, di Jalan Rakyat, Minggu (16/2).Kesadaran pentingnya perencanaan keuangan keluarga masih minim.Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Konsultan Perencanaan Keuangan dari Jakarta, Nanda Faradewi, SE, MM, CFP berpendapat, kesadaran perencanaan keuangan keluarga masih minim.

“Kesadaran perencanaan keuangan keluarga minim, padahal ini sangat penting karena ketahanan ekonomi, fondasinya adalah keluarga,” kata Nanda di Medan, Minggu (16/2).

Dia menyampaikan pandangannya itu dalam acara talkshow Perencanaan Keuangan Keluarga yang digelar Cafe Kede Rakyat (Kedera) Jl Rakyat Medan, Medan.

Menurut Nanda, masih sedikit masyarakat Indonesia yang memikirkan soal punya perencanaan keuangan, khususnya dalam sebuah keluarga.

Kalau perencanaan telah dibuat, maka hubungan keluarga akan lebih baik karena ada komunikasi searah yang terjalin.

Dia mengajak para keluarga, khususnya para istri agar membuat perencanaan keuangan keluarga.

Dia berpendapat  betapa pentingnya pentingnya membuat perencanaan keuangan sebagai upaya meningkatkan perekonomian keluarga di Indonesia.

Dijelaskan Nanda, tujuan perencanan keuangan agar suatu keluarga siap menghadapi masa depan dan memanajemen keuangan secara terencana.

“Jadi tujuan hidup dalam keluarga dapat lebih terarah, seperti membeli rumah, memiliki kendaraan, menabung untuk pendidikan anak, merencanakan pensiun dan lainnya,” ujarnya.

Secara garis besar, perencana keuangan diperlukan oleh setiap orang maupun keluarga.

Ikut Berkontribusi

Untuk itu, lanjut Nanda lagi, sebagai konsultan perencanan keuangan, ia lebih berharap agar para perempuan, khususnya istri untuk ikut berkontribusi dalam keluarga.

Terutama, bidang pendidikan finansial bagi perempuan agar memiliki tujuan jangka panjang untuk mendapatkan pengetahuan.

Dan keahlian praktis terkait manajemen keuangan pribadi, tabungan, pengelolaan hutang, dan kebebasan finansial pada usia lanjut.

“Sebuah keluarga harus menyiapkan biaya pendidikan bagi anak-anaknya dan anggaran kesehatan bagi semua individu yang ada dalam keluarga.

“Ini bertujuan agar tidak merasa kesulitan mengatur keuangan, perempuan harus pintar mengelola keuangan keluarga dengan cara berinvestasi. Perempuan juga dituntut bisa mencari nafkah,” sarannya.

Meski memang, diakui Nanda sampat ini membuka mindset masyarakat Indonesia itu tidaklah mudah.

Karena juga dipengaruhi faktor pendidikan serta gaya hidup yang susah untuk dikurangi.

“Tapi saya terus akan memberi informasi, edukasi dan motivasi, khususnya bagi keluarga menengah ke bawah,” jelasnya.

“Sehingga, akhirnya keluarga itu nemiliki kesadaran memiliki aset, seperti asuransi,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan terkait profesi perencanan keuangan merupakan progesi yang masih baru di Indonesia, meski di luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia dan Aropa sudah menjadi profesi yang dibutuhkan.

Untuk perkembangan profesi perencana keuangan cukup pesat, sejak awal 2001 telah terbentuk Institute Financial Planning Indonesia.

In merupakan Lembaga standarisasi dan sertifikasi dan Financial Planner Association Indonesia, yakni sebuah Lembaga standarisasi dan sertifikasi mengacu kepada Certified Financial Planner (CFP), semacam Board of Standard di AS atau badan standarisasi.

Saat ini dikenal sebagai pusat atau standar mutu bagi profesi perencana keuangan di dunia.

“Secara garis besar konsultan perencanan keuangan ini memberi pemahaman pentingnya catatan cashflow, mendata aset pribadi, hutang dan mengetahui kekayaan bersih dalam satu keluarga. Serta memahami tujuan yang hendak dicapai, dan bagaimana proses pencapainnya,” pungkas Nanda. (cyn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2