Waspada
Waspada » Kerusuhan Di Lapas Kabanjahe Karena Over Kapasitas
Medan

Kerusuhan Di Lapas Kabanjahe Karena Over Kapasitas

SUASANA lapas Kabanjahe saat kerusuhan terjadi. Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani Sormin menyebutkan kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabanjahe, Kabupaten Karo akibat over kapasitas. Waspada/Ist
SUASANA lapas Kabanjahe saat kerusuhan terjadi. Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani Sormin menyebutkan kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabanjahe, Kabupaten Karo akibat over kapasitas. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan, kerusuhan yang terjadi di Lapas Kabanjahe, Tanah Karo, karena over kapasitas.

“Kerusuhan di Lapas Kabanjahe karena over kapasitas, sehingga muncul kemarahan warga binaan,” ujar Kapolda ditanya kerusuhan di Lapas Kabanjahe yang berujung pembakaran kantor Lapas, Rabu (12/2).

Informasi diperoleh, akibat peristiwa itu, sejumlah bagian bangunan Rutan terbakar, sehingga sejumlah warga binaan harus dievakuasi.

Kapolda menyebutkan, untuk mengamankan situasi Lapas, anggota Polri dari Polres Tanah Karo dibantu TNI dari Kodim dan Yonif 125 sudah turun ke lokasi. “Pemadaman api sudah dilakukan, termasuk mengevakuasi warga Lapas,” ujarnya mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Terpisah, Kasubbid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan, peristiwa kerusuhan disertai pembakaran dan perusakan oleh Napi terjadi sekira pukul 12:00.

Total Napi di dalam Lapas  berjumlah 410 orang, dengan perincian 380 pria dan 30 wanita.

Kendati mengalami kerusuhan, menurutnya, tidak seorang pun napi yang kabur.

Sementara untuk korban jiwa maupun luka-luka  juga tidak ada. “Situasi saat ini sudah terkendali, dan api sudah padam,” sebutnya.

Razia

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Jahari Sitepu mengatakan Rutan Kabanjahe memiliki daya tampung 145 orang. Namun, selama ini diisi oleh 410 warga binaan.

Mereka tidak terima dengan razia yang dilakukan sipir.

Tak hanya kelebihan daya tampung, Rutan Kabanjahe juga kekurangan sipir atau petugas. Selama ini hanya ada 24 orang sipir di rutan tersebut.

“Untuk penjagaan hanya sekitar 24 sipir,” tuturnya, Rabu (12/2).

Jahari lalu menjelaskan bahwa kerusuhan bermula ketika sipir melakukan razia. Kemudian ditemukan sejumlah ponsel dan narkoba yang langsung disita petugas.

“Ada razia pegawai kita di Rutan Kabanjahe, ditemukan banyak narkoba dan HP, narkoba ditemukan diserahkan ke polisi,” katanya.

Sejumlah tahanan beserta barang bukti narkoba dan ponsel dibawa ke Polres Tanah Karo. Akan tetapi, razia itu menyulut emosi para warga binaan. Mereka mengamuk dan membakar sejumlah ruangan.

“Tidak terima mereka semua karena razia itu. Informasi yang saya dapat, yang terbakar itu ruangan administrasi,” jelasnya. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2