Kerumunan Di KCW, Kemunduran Pemko Medan Cegah Penyebaran Covid-19

  • Bagikan
PENGAMAT Kebijakan Publik, Elfanda Ananda. Kerumunan di Kesawan City Walk (KCW) sebagai lokasi Kitchen of Asia, menjadi kemunduran bagi Pemko Medan dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid 19. Waspada/ist
PENGAMAT Kebijakan Publik, Elfanda Ananda. Kerumunan di Kesawan City Walk (KCW) sebagai lokasi Kitchen of Asia, menjadi kemunduran bagi Pemko Medan dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid 19. Waspada/ist

MEDAN (Waspada):  Kerumunan masyarakat yang terjadi di Kesawan City Walk (KCW) sebagai lokasi Kitchen of Asia, menjadi kemunduran bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam upaya pencegahan penyebaran wabah covid 19.

“Sangat disayangkan Wali Kota Medan tidak antisipasi terhadap kemungkinan krumunan yang terjadi di KCW. Harusnya Wali Kota sudah mempersiapkan protokol ketat terhadap pengunjung dan pengusaha kuliner. Selain itu menempatkan petugas jaga agar memastikan protokol kesehatan (Prokes) dijalan secara benar,” ujar Pengamat Kebijakan Publik, Elfanda Ananda (foto), Senin (26/4) menanggapi kerumunan yang terjadi di KCW pada Sabtu (24/4) malam kemarin.

Dikatakan Elfanda, disaat kesadaran belum tumbuh secara baik terhadap pentingnya menjaga diri dari wabah virus covid, maka yang terjadi adalah abai.

“Sayang sekali, situasi Medan yang statusnya sudah orange harus menjadi merah kembali. Bukanlah mudah menjadikan status dari merah ke orange dan menjadi hijau,” katanya.

Meskipun Wali Kota Medan, Bobby Nasution turun langsung meninjau penerapan prokes di KCW dengan meminta pengunjung mematuhi prokes, namun dikatakan Elfanda, masyarakat tidak akan yakin mereka dibubarin karena ide KCW berasal dari Wali Kota.

“Jadi akan lebih mudah membubarkan beberapa pengunjung cafe yang berkerumun, ketimbang pengunjung Kesawan,” ucapnya.

Ia juga berharap, Wali Kota Medan harusnya bisa melakukan evaluasi untuk perbaikan sistem pengamanan prokes. Agar ada perbaikan untuk kedepannya dan KCW dapat beroperasi dengan tetap menjalankan prokes secara ketat.

“Kita harap KCW ini untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. Karena akan terjadi perputaran uang bisnis UMKM di KCW. Tapi harus menerapkan Prokes secara ketat,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.