Kepolisian Diminta Lebih Peka Lindungi Tokoh Agama

Kepolisian Diminta Lebih Peka Lindungi Tokoh Agama

  • Bagikan
DIREKTUR Komite Integritas Anak Bangsa (Kirab) Sumut Indra Buana Tanjung. Aparat kepolisian diminta untuk lebih peka menanggapi, memberikan perhatian dan melindungi para mubaligh dan tokoh-tokoh agama lainnya dalam menjalankan dakwah kepada masyarakat. Waspada/Ist
DIREKTUR Komite Integritas Anak Bangsa (Kirab) Sumut Indra Buana Tanjung. Aparat kepolisian diminta untuk lebih peka menanggapi, memberikan perhatian dan melindungi para mubaligh dan tokoh-tokoh agama lainnya dalam menjalankan dakwah kepada masyarakat. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Direktur Komite Integritas Anak Bangsa (Kirab) Sumut Indra Buana Tanjung (foto) meminta aparat kepolisian untuk lebih peka menanggapi, memberikan perhatian dan melindungi para mubaligh dan tokoh-tokoh agama lainnya dalam menjalankan dakwah kepada masyarakat.

“Kita juga berharap sinergisitas antara Ulama, mubaligh dan tokoh agama lainnya dengan Kepolisian terus ditingkatkan, terutama saat dalam kegiatan dakwah, ” kata Indra Tan dalam siaran persnya, Jumat (30/7).

Dia merespon kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) Al-Ustad Aminurrasyid Aruan beberapa waktu lalu, dan penangkapan tersangka hanya dalam beberapa jam setelah pelaku pembunuhan melakukan aksinya,

Menyikapi ini, Indra menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Resort Labuhan Batu dan jajarannya yang berhasil meringkus pelaku.

“Pertama saya menyampaikan apresiasi atas kerja cepat Kepolisian menangkap pelaku pembunuhan Ketua MUI Labura sekaligus menetralisir beragam asumsi yang muncul terkait persoalan ini, ” katanya.

Indra berharap semua pihak memberi kesempatan kepada kepolisian untuk mengungkap motif pelaku pembunuhan tokoh Ulama tersebut.

Dia berharap kepada semua pihak, termasuk Ormas-Ormas Islam untuk turut menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif dan aman.

Tokoh Agama

Kasus pembunuhan Al-Ustad Drs H Aminurrasyid Aruan yang terjadi beberapa hari lalu, mengundang banyak perhatian publik Sumut khususnya.

Sebab korban pembunuhan merupakan seorang tokoh Ulama kharismatik di Kabupaten Labura yang juga Ketua MUI Kabupaten Labura.

Guna menghindari berbagai tafsir di masyarakat, Kepolisian dalam waktu singkat berhasil menangkap pelaku, bahkan Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si memberikan perintah agar kasus ini diusut serta dituntaskan.

“Ini bentuk keseriusan Kepolisian Sumatera Utara dalam mengungkap peristiwa pembunuhan Ketua MUI Labura dan pastinya pelaku sudah ditangkap serta diamankan. Untuk itu, mari kita kawal prosesnya, apalagi Kapoldasu dalam pernyataannya di beberapa media mengatakan, pelaku bisa diancam dengan hukuman mati. Jadi, marilah kita kawal prosesnya, sembari ikut secara bersamaan menjaga situasi kondusifitas di Sumut tetap terjaga dengan baik,” tambah pengacara ini.

Terkait dengan hasil diskusi dengan Ormas Islam. dan elemen masyarakatr via zoom di kantor Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) Sumut Jl Sutomo Ujung Medan, Kamis pekan lalu, telah dibentuk Tim Investigasi yang akan melakukan investigasi Independen dan diketuai Ade Lesmana, SH.

“Tim Investigasi telah bertolak ke TKP Kamis malam itu juga,” demikian Pengatur Majlis, Rahmad Gustin, yang juga Ketua Umum DPW Liga Muslim Indonesia (LMI) Sumut. (cpb)

  • Bagikan