Waspada
Waspada » Kepala SMP Negeri 40 Usir Penjaga Sekolah
Medan

Kepala SMP Negeri 40 Usir Penjaga Sekolah

MEDAN (Waspada): Tanpa ada alasan yang pasti, Kepala SMP Negeri 40 Jl. Klambir V Kelurahan Tanjunggusta Medan, Asmiati SPd mengusir penjaga sekolahnya sendiri.

Pengusiran tersebut diduga penjaga sekolah dinilai tidak bisa ‘bekerjasama’ dalam sesuatu urusan.

Kepada Waspada, Minggu (5/1), Suriadi ,46, menyebutkan, selama ini dia sudah bekerja cukup maksimal sejak dirinya ditetapkan sebagai penjaga sekolah sekaligus bertempat tinggal di lingkungan sekolah.

“Tiba-tiba saja saya disuruh agar tidak bekerja lagi sebagai penjaga sekolah. Bahkan saya disuruh menandatangani surat,” ujar Suriadi.

Suriadi menyebutkan, dirinya sempat menemui Asmiati apakah dirinya memang benar tidak lagi sebagai penjaga sekolah namun penjaga sekolah memberikan jawaban yang mengambang.

“Saya tidak menyuruhmu keluar namun saya tidak suka kamu ada lagi di sekolah ini,” tutur Suriadi menirukan jawaban kepala SMPN 40 itu.

Belakangan, Sabtu (4/1), Suriadi akhirnya pindah dari sekolah tersebut dan mengontrak rumah di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang.

Suriadi menambahkan  dirinya sering disuruh oleh pihak sekolah ke panglong untuk meminta stempel atau tandatangan pihak panglong di kuitansi kosong.

Sementara itu, Kepala SMPN 40 Asmiati ketika dikonfirmasi mengaku tidak pernah mengusir Suriadi dari rumah yang dihuninya sebagai penjaga sekolah.

“Suriadi keluar dari sekolah sesuai keluhan istrinya yang tidak sanggup bekerja mengurus sekolah jadi mereka keluar dari rumah tersebut,” kilah Asmiati.

Saat disinggung soal kuitansi kosong yang ditandatangani atau distempel pihak panglong, Asmiati menyarankan agar menanyakan masalah tersebut kepada bendahara sekolah.

“Kalau soal kuintansi kosong yang distempel oleh panglong, silakan saja tanya ke bendahara sekolah,” ujar Asmiati.

Plt Kadis Diknas Kota Medan Masrul Badri ketika dikonfirmasi akan segera mengecek dan croscek masalahnya.

“Diknas akan segera menurunkan tim untuk mencari tau permasalahan tersebut. Bila ditemukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai dengan amanat reformasi pendidikan ,” ujar Masrul Badri, Minggu (5/1).(h04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2