Kenali Gejala Kanker Paru Dan Pengobatannya

Kenali Gejala Kanker Paru Dan Pengobatannya

  • Bagikan
DOKTER Spesialis Paru yang bertugas di Rumah Sakit Hermina dan Staf di KSM Paru Divisi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas RSUP H Adam Malik, dr. Ade Rahmaini, M.Ked(Paru), Sp.P(K). Waspada/Ist
DOKTER Spesialis Paru yang bertugas di Rumah Sakit Hermina dan Staf di KSM Paru Divisi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas RSUP H Adam Malik, dr. Ade Rahmaini, M.Ked(Paru), Sp.P(K). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kasus Paru di Indonesia masih tinggi bahkan berada pada urutan ke tiga di dunia untuk kasus paru. Sehingga perlu mengenali gejalanya agar bisa mengantisipasi dan melakukan pengobatan lebih lanjut.

Dokter Spesialis Paru yang bertugas di Rumah Sakit Hermina dan Staf di KSM Paru Divisi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas RSUP H Adam Malik, dr. Ade Rahmaini, M.Ked(Paru), Sp.P(K) (foto) menjelaskan secara defenisi kanker paru adalah kanker yang berasal dari jaringan epitel bronkus (saluran napas) yang tidak normal akibat sel tumbuh tidak terkontrol dan akhirnya menyebar ke tempat lain.

Kemudian dikatakan adapun faktor resiko terjadinya kanker paru disebabkan kebiasaan merokok, baik perokok aktif atau first Hand smoker, second Hand smoker (perokok pasif).

Kemudian Third Hand smoker (yang kena dari ruangan yang terpapar asap rokok), fourth Hand smoker (paparan dari ibu hamil perokok ke janin nya).

Sebutnya, Itu paling banyak yang menimbulkan kanker paru, namun selain itu bisa juga dari faktor genetiknya misalnya ada riwayat keluarga yang terkena kanker, paling sering dijumpai pada kanker paru usia muda

“Kalau tanda gejala kanker paru itu hampir sama dengan gejala respirasi pada penyakit paru lainnya. Bisa ada batuk ataupun batuk darah, sesak napas maupun nyeri dada,” ujarnya kepada Waspada pada Kamis (25/11)

Kalau lebih lanjut juga bisa juga ada keluhan sakit menelan, ataupun sampai ke nyeri kepala (jika sampai ke otak).

Namun, terangnya terkadang gejala seperti batuk saja untuk para perokok maka akan menganggap batuknya adalah batuk biasa, oleh karena dia merokok. Padahal tegasnya mungkin itu adalah gejala awalnya namun tidak ada yg mau memeriksakan detail kesehatannya hanya dengan keluhan batuk ringan.

“Sehingga seringnya yang datang ke RS itu pasien yang gejalanya sudah berat dan akhirnya kanker paru yg ditemukan seringnya sudah Staging lanjut. Yang sudah ada penyebaran ke tempat lain,” kata
Dosen di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK USU ini.

Tingginya penyakit kanker paru di Indonesia membuat negeri ini berada di nomor 3 untuk kasus kanker paru di seluruh negara. Bahkan Indonesia peringkat ke 3 pada seluruh jenis kelamin.

Dokter cantik ini juga menyatakan kanker paru tidak hanya bisa kena sama pria namun wanita juga bisa. Tapi karena lebih banyak paparan yang terjadi misal perokok, yang paling banya kan pria sehingga harusnya para pria lebih waspada untuk gejala yang terjadi pada tubuhnya.

“Untuk mengantisipasi agar terhindar dari kanker paru ini yang pasti disarankan untuk hidup sehat, berhenti merokok, latihan/olahraga teratur, nutrisi yang cukup gizinya. Itu semua bisa mencegah untuk terjadinya kanker paru dan ditambah ada baiknya pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali untuk screening kanker ini,” katanya.

Sementara, pengobatan untuk kanker paru tergantung jenis kankernya dan stagingnya.

Pilihannya bisa kemoterapi dengan obatan yang masuk dari infus, target terapi (makan obat tablet saja sepanjang hidupnya), operasi (tindakan bedah) masih bisa jikalau stagingnya masih di awal (I atau II), juga radiasi. Imunoterapi juga mulai dikembangkan untuk kanker paru.

“Kalau pasien yang sudah Staging lanjut, kanker paru nya lanjut atau ada penyebaran ke tempat lain. Pengobatan supportive juga diberikan sesuai dengan lokasi organ yang terkena penyebaran yang mana, apakah otak, pleura atau lokasi lainnya),” tandasnya. (cbud)

  • Bagikan