Waspada
Waspada » Kemendikbudpar Bangkitkan Semangat UMKM Lewat Bantuan Usaha
Medan

Kemendikbudpar Bangkitkan Semangat UMKM Lewat Bantuan Usaha

ANGGOTA komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan yang hadir dalam acara Fintech Equity Crowdfunding Indonesia (Fincoin) di Santika Dyandra Hotel Medan. Waspada/Anum Saskia
ANGGOTA komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan yang hadir dalam acara Fintech Equity Crowdfunding Indonesia (Fincoin) di Santika Dyandra Hotel Medan. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, membangkitkan semangat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM)di tanah air, guna menjawab sulitnya berwira usaha masa Pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu terungkap saat berlangsungnya Fintech Equity Crowdfunding Indonesia (Fincoin) di Santika Dyandra Hotel Jl. Kapten Maulana Lubis, Selasa(20/10).

Tampak hadir, Anggota komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan dan Deputy Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fajar Hutomo.

Dalam keteranganya, Anggota komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan menilai, kondisi perekonomian penduduk Indonesia di masa pandemi Covid-19 saat ini, membuat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di semua daerah mengalami kelesuan dan banyak juga pelaku usaha tersebut yang tutup (bangkrut).

Tambahan Modal Usaha

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah hadir melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupa bantuan ataupun pinjaman kepada para pelaku UKM yang membutuhkan tambahan modal usaha.

“Bantuan berupa pinjaman itu besarannya mencapai 200 juta rupiah per pelaku UKM. Dengan ketentuan usaha mereka mempunyai izin usaha dari instansi terkait dan juga harus terdaftar di Menkumham atau di OJK,”katanya.

Ditambahkanya, selama ini pelaku UKM apabila ingin meminjam dana penambahan modal selalu kesulitan masalah birokrasi. “Sebab, palaku harus mempunyai agunan yang akan menjadi salah satu syarat peminjaman modal tersebut. Dan pemerintah harus mempermudah pengurusannya,” jelasnya.

Sedangkan solusi yang ditawarkan oleh pemerintah kepada pelaku UKM melalui Foncoin sekarang ini, relatif lebih mudah dan gampang. “Pelaku UKM itu nantinya akan disurvei oleh tim pemodal, baik itu mengenai kelengkapan barang yang dijual, animo masyarakat terhadap barang dagangannya dan rasa dari makanan yang dijual,”papar politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Deputy Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif Fajar Hutomo mengatakan, bahwa kegiatan ini memang menjadi tanggung jawab mereka. “Sebab, Direktorat Akses Pembiayaan itu berada di bawah Deputy Bidang Industri dan Investasi Kementrian Pariwisata,” terangnya.

Yang mana, lanjut Fajar Hutomo, di Deputy Bidang Industri itu sendiri membawahi 4 Direktorat. Diantaranya, Direktorat Manajemen Industri, Direktorat Manajemen Investasi, Direktorat Manajemen Fasilitasi Intelektual dan Direktorat Manajemen Akses Pembiayaan. “Makanya dengan sendirinya pelaksanaan kegiatan Fincoin hari ini menjadi tugas kami selaku Deputy nya,” ujarnya.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2