Kembangkan 5 Unit Usaha, PUD Kota Medan Gandeng Investor

  • Bagikan
PERUSAHAAN Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan saat ini sedang berusaha membenahi dan mengembangkan unit usahanya. Waspada/Ist
PERUSAHAAN Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan saat ini sedang berusaha membenahi dan mengembangkan unit usahanya. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan saat ini sedang berusaha membenahi dan mengembangkan unit usahanya. Di mana unit usahanya terdiri dari Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan Zoo, Pergudangan Tanjung Mulia Kayu Putih kemudian Rumah Susun di Medan Amplas.

“Saya sampaikan kita dilantik 22 September 2021 lalu, setelah kita dilantik, pak Wali Instruksikan kita gerak cepat (gercep) artinya PUD pembangunan harus segera berubah meski tanpa penyertaan modal jadi kita kebetulan berempat, tiga berlatar belakang swasta yaitu lowyer dan pengusaha dan satu dari birokrat. Jadi inilah saatnya kita berkolaborasi untuk mengoptimalkan aset PUD pembangunan. Aset PD pembangunan yang kita kelola yaitu kolam renang Deli, gelanggang remaja, taman margasatwa Medan Zoo, pergudangan kayu putih kemudian rumah susun. Dari ke lima unit bisnis ini yang masih memberikan keuntungan, yaitu dari pergudangan Tanjung Mulia di Kayu Putih,” ungkap Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan, Gerald Partogi Siahaan SH,SE,MM disampaikan Bambang Hendarto SH selaku Direktur Umum/Keuangan/Sdm mengatakan kepada wartawan pada Minggu (9/1).

Dikatakannya, pandemi berimbas besar dan sangat terasa terhadap pemasukan PUD itu. Yang paling terasa pada unit bisnis Kolam Renang dan Medan Zoo sebab pada PPKM level 4 sempat tutup padahal untuk operasionalnya banyak disubsidi dari perolehan tiket masuk.

“Dengan kondisi tutup sudah pasti kita tidak mampu memberikan apa yang menjadi hak karyawan dan termasuk juga menutupi biaya operasional tidak tercapai, sehingga akhirnya kemarin sempat kita dengar ada berbagai pemotongan,”jelasnya

Namun, setelah direksi baru masuk sebutnya juga berkat dukungan Walikota Medan pihaknya melakukan percepatan dan pembenahan. “Tentunya dengan semangat yang sama kembali kita bangkitkan lagi gairah pariwisata dan kita bangkitkan lagi unit-unit bisnis dan Alhamdulillah sudah ada peningkatan,” ucapnya lagi.

Mulai September katanya sudah mulai ada perbaikan, mulai income Rp 500 juta/bulan sampai dengan Desember sudah diperolehnya hingga Rp 800 juta/bulan dari 5 unit bisnis.

Dikesempatan yang sama, adapun upaya-upaya ke depan, Direktur Pengembangan, Syafrizal Lubis S,sos menyatakan sudah 3 bulan lebih sebutnya pihaknya sudah berupaya bangkit dari kondisi pandemi yang berdampak sekali pada keuangan perusahaan.

“Kedepan karena kami tidak ada penyertaan modal, maka kami akan bekerjasama dengan pihak lain atau investor atau pendana yang lain juga berkolaborasi dengan OPD yang ada” sebutnya.

Khusus Medan Zoo ditegaskannya jika dibandingkan dengan tempat wisata lain sarana dan prasarananya cukup jauh tetapi katanya pihaknya mulai membuat konsep untuk membuat Medan zoo lebih menarik.

“Saat ini sudah ada calon investor untuk pengembangan Medan Zoo, dan bahkan dalam waktu dekat investor tersebut akan turun untuk melihat Medan Zoo. Syarat dari kita yang tidak boleh ditinggalkan adalah meski dikelola oleh pihak ke 3, menjaga kebersihan tetap menjadi yang utama,”

Jika sebelumnya tempat makannya terpisah dan tidak tertata maka kedepannya konsepnya akan disatukan menjadi Food court sehingga lebih tertata dalam satu tempat. “Ini program kita di Januari 2022. Ini kita laksanakan guna menciptakan kenyamanan pengunjung,” paparnya.

Ia juga menyebutkan khusus dipergudangan mereka juga sudah memiliki konsep yang juga sudah ada calon investornya yang ia mengaku sedang membuat regulasi nya. Investornya juga ada dari luar Medan. Termasuk juga sudah ada investor kolam Deli.

“Sesuai permintaan Walikota, Medan Zoo dan kolam Deli harus diramaikan oleh UMKM, konsepnya menyentuh langsung ke masyarakat sehingga Food court dan UMKM dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara, rumah susun karena dihuni oleh masyarakat kurang mampu disana ucapnya nantinya akan bersifat sosial sehingga pembenahan rumah susun itu nantinya akan diupayakan bekerja sama dengan pihak pihak yang memiliki CSR.

“Ini rencana kami kedepan sehingga nanti kita lakukan yang lebih baik dari direksi sebelumnya. Sehingga harapan walikota Medan bisa kami wujudkan.

Disampaikan juga bahwa saat ini biaya pengembangan unit usaha Medan Zoo dan Kolam Renang dari tiket masuk sehingga ia menghimbau agar masyarakat ramai-ramai berkunjung ke Medan zoo dan Kolam Deli, artinya dengan berkunjung maka ikut serta membantu margasatwa menjadi kembali hidup layak dan ikut serta membantu dalam pembenahannya. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *