Kekecewaan Muslim AS Pada Presiden Joe Biden Wajar

Kekecewaan Muslim AS Pada Presiden Joe Biden Wajar

  • Bagikan
Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) MUI Sumut. Waspada/ist
Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) MUI Sumut. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Kekecewaan umat Muslim Amerika Serikat (AS) terhadap Presiden Joe Biden dinilai wajar. Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) MUI Sumut, Abdul Hakim Siagian (foto) Kamis (20/5).

Kata Abdul Hakim, sewaktu pilpres AS kemarin karena calon hanya 2 orang, maka ummat Islam posisinya memang pada pilihan sulit.

Namun dari pertimbangan manfaat dan mudarat, pilihan pada J Biden lebih sedikit mudharat walau untuk manfaat beda-beda tipis.

Sebab, nyaris semua calon presiden AS adalah pro zionis bahkan aktifis dan belum apa-apa langsung kelihatan.

Kata dia, alasan lain kenapa lebih pro dan membela zionis karena jualan senjata dan bisnis serta perbankan.

Bahwa orang-orang zionis itu demikian luas jaringan dan pengaruhnya di AS di samping pakar-pakar lobi mereka di semua calon-calon presiden itu.

Kemudian, kata dia, tambahan lain pertimbangan dalam negeri AS bahwa sikap langsung, terbuka membela dan bahkan telah berulang menggunakan hak vetonya untuk melindungi zionis Israel merupakan lanjutan dari pemerintahan sebelumnya.

Kemudian opini masyarakat via media yang juga mereka kuasai tentu mendukung itu.

Pelajaran

Menurutnya, kekecewaan itu pantas, namun harusnya menjadi pelajaran ke depan bagi ummat Islam.

Di sinilah perlunya kajian strategis dan membangun kekuatan solid dalam setiap perhelatan demokrasi itu.

Bahkan di beberapa negara maju sudah tapil sebagi kandidat dan pemenang.

Paling tidak pegangan komitmen atau kontrak-kontrak politik yang lebih konkrit dan riil.

Dia yakin J Biden akan memainkan peran yang secara makro, lebih positif dan memberi manfaat pada ummat Islam AS ke depan dan itulah yang harus didorong dan disiasati dengan cerdas, termasuk tentang zionis israel ini.

“Mudah-mudahan peristiwa ini menjadi pelajaran berarti bagi ummat Islam ke depan untuk lebih hati-hati agar tidak terus menerus kehilangan tongkat laksana orang buta,” ungkapnya.

Dia yakin bahwa ajaran dan prinsip Islam lah jawaban dan merupakan solusi terhadap problematika dunia yang sekarang pertarungan idiologi-idiomogi itu sudah pada titik klimaksnya.

Apalagi kemajuan peradaban, iptek dan filsafat yang semakin menjadikan konsep Islam itu solusi terbaik tanpa cela.

Alasan sejarah masa lalu sangat aktual dan faktual tuntas memberikan penjelasan tentang hal itu.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disambut demonstrasi warga saat berkunjung ke Michigan, Selasa (18/5) waktu setempat.

Massa mengecam sikap pemerintah AS soal serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina.

Saat itu Biden berkunjungan ke pabrik Ford Motor di Dearborn untuk mempromosikan mobil listrik.

Lebih dari 1.000 orang, mayoritas warga keturunan Arab, berunjuk rasa di dekat lokasi acara seraya mengecam Biden.(m22)

  • Bagikan