Waspada
Waspada » Kejari Medan Terima SPDP Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Medan

Kejari Medan Terima SPDP Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin

KEPALA Seksi Intel Kejari Medan Mhd Yusuf, SH . Waspada/Ist
KEPALA Seksi Intel Kejari Medan Mhd Yusuf, SH .Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) para tersangka kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin.

Kepala Kejari Medan Dwi Setyo SH, MH, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Medan Mhd Yusuf, SH, membenarkan, pihaknya sudah menerima SPDP tersebut dari Polrestabes Medan. “Dengan tiga orang tersangka, masing-masing  yakni, ZH, 41, JP, 42,  dan RP, 29,” kata Mhd Yusuf, SH, di Medan, Senin (13/1).

SPDP merupakan bentuk check and balances dalam menjalankan kewenangan penyidikan. Kata Yusuf,  penuntut umum sebagai pemegang kekuasaan penuntutan mempunyai hak menentukan apakah suatu penyidikan telah lengkap atau belum.

“Dalam konteks itulah penyidik memberitahukan melalui surat kepada penuntut dimulainya penyidikan. Semacam koordinasi saja, karena nanti yang maju (bersidang) kan jaksa,” sebutnya

Setelah SPDP diterima, Kejari Medan akan berkoordinasi dengan penyidik untuk dilakukannya rekonstruksi peristiwa terjadinya pembunuhan tersebut.

“Hari ini tim bersama  Polrestabes Medan dan Kejari Medan menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Kejari Medan terdiri dari Kasipidum, Kasi Intel, Kasi BB, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, proses hukum perkara itu masih ditangani penyidik kepolisian. Bila memang layak dan lengkap persyaratannya utuk digelar persidangannya, pihaknya pasti akan melimpahkan perkara itu ke PN Medan.

“Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kita pasti kordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan Hakim PN Medan Jamaluddin pada Selasa (7/1) lalu. Polisi menetapkan tiga tersangka, yakni ZH yang merupakan istri kedua almarhum dan dua orang suruhannya JP dan RF.

Jamaluddin ditemukan tewas dalam mobilnya di sebuah jurang Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kec. Kutalimbaru, Kab. Deliserdang, Jumat 29 November 2019. (cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2