Waspada
Waspada » Kehadiran Pers Perlu Jadi Motivasi Dan Edukasi Bagi Masyarakat
Medan

Kehadiran Pers Perlu Jadi Motivasi Dan Edukasi Bagi Masyarakat

MEDAN (Waspada): Kehadiran pers kehadiran diharapkan menjadi motivasi dan edukasi bagi masyarakat pembaca.

Hal ini antara lain disampaikan, Gubernur Sumatera Utara,H.Edy Rahmayadi diwakili Sekda Dr. Hj.Sabrina, Selasa (16/2) dalam kegiatan Gelar dialog kebangsaan tentang pers perjuangan.
Adapun narasumber, Dr.Sakhyan Asmara, Phil Ichwan Azhari MS dan Choking Soesilo Sakeh dilaksanakan DHD45 di Jl Pemuda Medan.
Hadir,Ketua PWI Sumut diwakili Rizal Surya, Kepala Badan Pengembangan  Sumber Daya Manusia Pemprovsu, Dr H Asren Nasution, Tokoh Masyarakat Penerima Pers Award Nasional, H.Syamsul Arifin SE.Ketua Dewan Harian Daerah 45 Sumatera Utara
Ketum Mayjen TNI Purn M Hasyim diwakili Ketua 1 Dewan Harian Daerah 45 Brigjen TNI Purnawirawan Dr.Hari Yusmanadi dan Pengurus inti DHD-45,Eddy Syofian,MAP Dr.Sakhira Zandi, Sanggam Hutagalung, OK Zulkarnain, Vivi Safitri dan pengurus lainnya.
Lebih lanjut Gubsu menyebutkan dalam situasi Pandemi Covid-19 ini pers harus hadir sebagai sarana edukasi dan memotiviasi agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat dampak pandemi.
“Idealisme tetap diutamakan karena dengan cara itu akan berdampak pada komersial,” ungkap Sabrina.
Pembicara, Dr.Sakhyan Asmara memaparkan masih adakah independensi pers sesuai dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 10.
Di mana dalam kenyataanya,independen akan terbangun jika perusahaan pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya.
“Apakah ini sudah berjalan? Sehingga wartawan bisa disebut independen. Maka menurut dia tidak berjalanya independensi akibat begitu kuatnya penguasa dan dibatasinya gerakan aktivis melalui pendekatan ekonomi.
Sedangkan pembicara Phil Ichwan Azhari MS menyampaikan kehebatan Sumatera Utara yang sudah membangun peradaban pers sebelum masa kemerdekaan yang turut mendongkrak semangat merdeka negara Indonesia bahkan pendiri media ada suku Melayu dan Suku Batak.
Sedangkan Choking Soesilo Sakeh memaparkan bagaimana kondisi media masa pandemi covid-19 dengan daya yang makin terbatas bahkan banyak media yang tutup.
Sebelumnya, Ketua Umum Mayjen TNI Purn M Hasyim dalam sambutanya dibacakan Ketua Harian Brigjen TNI Purn dr Hary Yusmanadi menyebutkan, Tema dialog hari ini tentang Pers dan Nasionalisme.
Bermaksud mendialogkan bagaimana pers dizaman milineal ini masih berperan dalam menyelamatkan negara dari kehancuran.
Hal ini untuk melihat masa kini dan masa depan bangsa dari sudut peran pers, DHD 45 Sumut juga merasa perlu melihat peran pers di masa lalu. Bagaimana pers berperan dalam menentang kolonialisme, memperjuangkan, mewujudkan dan mengawal kemerdekaan.

Sejarah Pers

Terlebih Sumatera Utara memiliki sejarah pers yang luar biasa. Tahun 2017 DHD45 Sumut pernah membuat pameran peran pers dalam perjuangan bangsa di gedung ini.
“Dengan diadakannya Dialog Kebangsaan bertemakan hari pers, maka ini menunjukkan DHD45 tidak hanya mengurusi memori perjuangan masa lalu, tentang pertempuran  melawan penjajah.
DHD 45 juga membahas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa pada masa kini dan masa depan. Jika di masa lalu pers sangat berperan dalam memperjuangkan dan mengawal nation, bagaimana saat ini dan bagaimana di masa depan?
“Itulah dialog kita hari ini mengundang beberapa pakar yang menguasai bidang nya dalam dialog terbatas karena masa pendemi Covid-19 ini,”ungkapnya.
Jika, masa lalu, generasi Angkatan 45 berperan dalam membahas, mengawal dan memberi arahan bagaimana pembangunan sebaiknya berjalan sesuai cita cita proklamasi kemerdekaan RI.
Di masa kini dan di masa depan DHD45 akan berperan untuk juga membahas, mengawal, dan memberi arahan bagaimana bangsa ini tidak menjauh dari jiwa dan semangat proklamasi yang mencita cita kan kesejahteraan dan kemerdekaan dalam arti luas bagi bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.
“Untuk itu DHD45 Sumut ke depan akan secara rutin merintis dialog dialog kebangsaan seperti ini, dengan berbagai tema untuk memberi masukan kepada pemerintah, lembaga sosial kemasyarakatan serta masyarakat luas,”pungkasnya.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2