Waspada
Waspada » Keempat Kalinya Wartawan Demo Kantor Wali Kota Dengan Tabur Bunga
Medan

Keempat Kalinya Wartawan Demo Kantor Wali Kota Dengan Tabur Bunga

PULUHAN wartawan melakukan aksi unjuk rasa yang keempat kalinya di depan Kantor Wali Kota Medan dengan aksi tabur bunga. Namun sampai saat ini belum ditanggapi dari Wali Kota Medan. Waspada/ME Ginting
PULUHAN wartawan melakukan aksi unjuk rasa yang keempat kalinya di depan Kantor Wali Kota Medan dengan aksi tabur bunga. Namun sampai saat ini belum ditanggapi dari Wali Kota Medan. Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Puluhan wartawan dari Forum Jurnalis Medan (FJM) melakukan aksi tabur bunga di depan Kantor Balai Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis sebagai bentuk ungkapan duka dengan matinya kebebasan pers di Kota Medan, Rabu (21/4).

Selain itu, wartawan juga mengenakan payung hitam dan meletakkan tanda pengenal dari media masing-masing, bersamaan sejumlah karton bernada kecaman terkait kebebasan pers.

“Tabur bunga dan payung hitam ini bentuk duka kami atas matinya kebebasan pers. Ketika Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan masih belum minta maaf, kami berasumsi dia belum punya sikap memastikan kemerdekaan pers di Medan bisa dijalankan,” kata Ketua FJM Jonris Purba.

Jonris mempertanyakan komitmen awal Bobby Nasution yang menyuarakan komitmen kolaborasi. Dengan sikap tim pengamanan seperti ini, katanya, akan membuat wartawan dan Bobby menjadi berjarak. “Dengan demikian, kolaborasi yang digaungkan tidak akan terwujud,” tegasnya.

Kali Keempat

Dikatakannya, ini merupakan aksi kali keempat dilakukan para jurnalis sebagai buntut dugaan intimidasi dan pengusiran dilakukan oknum tim pengamanan Wali Kota Medan pada, Rabu (14/4) kepada dua jurnalis yang sedang bertugas di Balaikota.

Kejadian tersebut, katanya, merupakan bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang pers. “Kami masih menunggu iktikad baik Bobby Nasution selalu Wali Kota Medan untuk meminta maaf sebagai wujud tanggung jawab atas tindakan bawahannya. Serta berjanji membenahi tim pengamanannya agar tidak melakukan tindakan menghalang-halangi tugas wartawan untuk wawancara.

Sebelumnya, dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, wartawan menuntut wali kota minta maaf atas ulah oknum pengamanan, yakni paspampres, polisi dan satpol PP yang sudah mengusir dua jurnalis saat melakukan tugas jurnalistik di Balaikota Medan.

Menuntut wali kota mengevaluasi sistem pengamanan yang berpotensi menghambat kerja jurnalis mencari dan menggali informasi untuk kepentingan publik, mengecam segala bentuk arogansi, perintangan dan intimidasi terhadap jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik. (m26)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2