Waspada
Waspada » Kedaulatan Rakyat Tergerus Dan Berpindah Pada Elit Partai
Medan

Kedaulatan Rakyat Tergerus Dan Berpindah Pada Elit Partai

MEDAN (Waspada): Kedaulatan rakyat di era reformasi ini sudah tergerus dan berpindah tangan pada kekuatan elit partai di hampir semua lini kebijakan pemerintah.
MEDAN (Waspada): Kedaulatan rakyat di era reformasi ini sudah tergerus dan berpindah tangan pada kekuatan elit partai di hampir semua lini kebijakan pemerintah.

MEDAN (Waspada): Kedaulatan rakyat di era reformasi ini sudah tergerus dan berpindah tangan pada kekuatan elit partai di hampir semua lini kebijakan pemerintah.

Kedaulatan rakyat tergerus dan berpindah pada elit partai, sehingga proses kedaulatan rakyat itu di dalam demokrasi sudah melemah.

“Pengaruh kekuatan para elit partai politik ini juga sangat mempengaruhi dalam membuat kebijakan dan keputusan di pemerintahan baik ditingkat pusat,provinsi, maupun di kabupaten/kota di daerah. Yang pada akhirnya, merugikan rakyat.

Demikian pendapat Pakar Politik dan Sosial Dadang Darmawan Pasaribu, S.Sos  M.Si (foto) berbicara kepada Waspada, Sabtu, (18/8).

Dia dimintai pendapatnya terkait pengaruh elit politik di dalam keputusan maupun kebijakan di pemerintahan dan kehidupan berdemokrasi saat ini.

Justru menurut Dadang, hari ini, rakyat sudah tidak berdaulat lagi ditengah-tengah demokrasi kita.

Pengaruh kuat dari para elit politik ini menyebabkan lahirnya kebijakan produk dari para elit partai.

Sehingga kebijakan tersebut bukan lagi lahir dari nilai luhur tujuan dari partai politik itu sendiri dalam berdemokrasi.

Dampaknya, lanjut Dadang, terjadinya pelemahan demokrasi baik dikalangan kekuasaan eksekutif, maupun kekuasaan legislatif dan merugikan rakyat.

Ini terjadi akibat kuatnya pengaruh dari segelintir atau sekolompok dari para elit politik itu sendiri.

Sehingga ikon dari demokrasi kita yakni bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat, itu tergerus dan melemah.

Padahal ikon demokrasi yang kita anut itu adalah syarat dari demokrasi negeri ini.

Tapi inilah yang terjadi saat ini.

Selanjutnya, kata Dadang mencontohkan, dampak dari situasi ini juga terjadi pelemahan baik di kekuasaan eksekutif dan legislatif.

Pengaruhnya bisa dilihat adanya kelemahan pemerintah dalam pemilihan kepala daerah (Pemilukada) yang mana kedaulatan rakyat itu sudah sangat minim sekali dalam menggodok pemilihan sosok calon pemimpin di daerah yang seharusnya adalah rakyat.

Tapi disayangkan, lanjut Dadang, seleksi untuk pemilihan sosok kepala daerah sudah tergantung pada para elit politik.

Dan pelemahan itu juga terjadi pada legislatif meski mereka juga dari partai politik akibat keinginan dari para elit politik ini.

Berpengaruh

Bila dikatakan pelemahan demokrasi ini terjadi di tengah masyarakat yang juga akibat pengaruh para elit pemerintah tentu ini sangat erat kaitannya.

Keduanya sangat berpengaruh. Ditambah lagi hilangnya suara kritis dalam mengontrol kekuasaan.

Dari sini kita banyak melihat para kepala daerah dalam kepemimpinannya tidak seperti apa yang diinginkan atau dibutuhkan rakyat tapi lebih kepada kepentingan para elit politik.

Yang akibatnya kepemimpinan kepala daerah tidak lagi berorientasi untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Ini terjadi akibat tergerusnya kedaulatan rakyat yang sebenarnya itu adalah ikon demokrasi bangsa ini.

Dikatakan Dadang, lahirnya pemerintahan atau bangsa yang baik itu tergantung pada partai politik baik dalam berdemokrasi maupun membuat kebijakan untuk kepentingan rakyat.

Di situ ada keinginan (willing) yang kuat dari elit politik dalam memberikan edukasi politik.

Baik dalam interen partainya maupun edukasi politik kepada masyarakat bangsa ini.

Artinya, bila partai politik lahir dari satu perjuangan ediologi lalu menyerap aspirasi masyarakat.

Serta ada sistim dan mekanisme dalam partai politik sebagai rujukan berdemokrasi yang baik, maka partai politik akan mengubah satu bangsa menjadi lebih baik.

Tapi yang terjadi saat ini malah sebaliknya.

Partai politik masih berperilaku buruk tidak berideologisasi yang ada hanya kepentingan, money politik, pembodohan politik dan masalah krusial lainnya dalam berdemokrasi.(clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2