Kasus Tewasnya Santri,  Korban Dipukul Karena Tak Menghargai Senior

  • Bagikan
GARIS POLISI. Ilustrasi
GARIS POLISI. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Kasus tewasnya santri di pesantren usai dipukul kakak kelasnya disebabkan karena korban tidak menghargai seniornya.

Personel Polsek Kutalimbaru yang melakukan pemeriksaan secara mendalam akhirnya menetapkan ALH, 17, sebagai tersangka.

“Satu orang kita tetapkan menjadi tersangka yakni ALH dan motifnya penganiayaan ini juga terbilang karena hal sepele, korban dianggap tidak menghargai senior,” kata Kanit Reskrim Ipda Syarizal, Senin (7/6).

Dijelaskan, dari pemeriksaan terhadap tersangka ALH, mengaku kalau motifnya korban dianggap tidak menghargai senior.

“Korban sedang istirahat, Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB, ditarik oleh tersangka ke aula pesantren,” jelasnya.

Sesampainya di aula, santri malang ini lalu dianiaya oleh tersangka hingga akhirnya meregang nyawa.

“Sejauh ini kita baru menetapkan satu orang tersangka, dan nantinya akan dilimpahkan ke Polrestabes Medan,” jelasnya. (m25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *