Kasus Tahanan Tewas, 6 Pelaku 2 Kali Terima Uang Dari Korban

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Enam tahanan Polrestabes Medan yang menganiaya seorang tahanan lainnya hingga tewas ternyata sudah dua kali menerima uang dari korban berinisial HS. Uang yang diterima para pelaku Rp 200 ribu dan Rp 700 ribu.


Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keenam tahanan tersebut akhirnya diketahui korban ada memberikan uang kepada para pelaku dengan jumlah bervariasi.

“Setelah didalami kembali, diketahui para pelaku ini sudah dua kali menerima uang dari korban. Yang pertama Rp700 ribu dan yang kedua Rp200 ribu,”jelas Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim, Kompol M Firdaus pada wartawan, Jumat (26/11) terkait pengembangan hasil pemeriksaan terhadap kasus tewasnya tahanan berinisial HS.

Saat ini, tambah Wakapolrestabes, pihaknya telah menahan enam pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya, HS. Keenam pelaku merupakan tahanan lain yang satu sel dengan korban.

“Ada enam orang yang kita tahan. Keenamnya terlibat dalam penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang,” ujar AKBP Irsan.

AKBP Irsan mengatakan, keenamnya memiliki peran masing-masing. Adapun modus yang mereka lakukan yakni memeras korban. “Para pelaku biasanya beraksi dari pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB saat tahanan lainnya tidur,” jelas AKBP Irsan.

Irsan menjelaskan, terkait penganiayaan yang terjadi, para pelaku meminta uang sebesar Rp5 juta kepada korban. Dimana, sebelumnya para pelaku membangun komunikasi dengan pihak keluarga korban. “Mungkin karena tuntutan tidak dipenuhi, mengakibatkan korban dianiaya hingga tewas. Para pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan alat seperti bandulan dan kaleng rokok, ada juga yang menggunakan tangan kosong,” ungkapnya.

Irsan menegaskan, keenam pelaku diancam dengan Pasal 351 Ayat 3 Jo Pasal 170 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. “Penyidik masih bekerja untuk mencari fakta-fakta baru terkait kasus ini,”urainya.

Keenam tahanan yang telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan oleh Sat Reskrim Polrestabes Medan masing-masing Tolib alias Rendi ,35, warga Jl. STM, Kec. Medan Johor (tahanan kasus pencurian dengan pemberatan), Willy alias Aseng Kecil ,20, warga Jl. Mayor, Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat (tahanan kasus penganiayaan), Juliusman Zebua ,25, warga Perumnas Mandala, Kec. Medan Denai (tahanan Kasus pencabulan). Selanjutnya, Nino Pratama ,21, warga Jl. Aluminium Gg. Jambu, Kec. Medan Timur (tahanan kasus penggelapan), Hendra Siregar ,45, warga Jl. Tiga No. 44 C, Kel. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur (tahanan kasus pertolongan jahat/tadah) dan Hisarma Manalu ,44, warga Jl. Danau Marsabut Kel. Sei Agul, Kec. Medan Barat (tahanan kasus pertolongan jahat/tadah). Keenam pelaku sama-sama menjadi penghuni sel tahanan yang ditempati korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang tahanan Polrestabes Medan, berinisial HS meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (24/11).

HS ditahan karena kasus pencabul terhadap anak dibawah umur, Kamis (11/11/21) di Jl. HM Puna Sembiring Perumahan Griya Permata IV Blok F 29, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.(m27)

Waspada/Andi Aria Tirtayasa

Enam tahanan Polrestabes Medan yang merupakan pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap sesama tahanan lainnya saat hendak dimasukkan kembali ke dalam sel.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *