Kasus Perampokan Pedagang Cabai Gelap

Kasus Perampokan Pedagang Cabai Gelap

  • Bagikan
PERAMPOKAN. Kasus perampokan pedagang cabe yang dibacok dua perampok hingga empat jari tanganya putus sampai saat ini masih gelap, dan belum terungkap. Ilustrasi
PERAMPOKAN. Kasus perampokan pedagang cabe yang dibacok dua perampok hingga empat jari tanganya putus sampai saat ini masih gelap, dan belum terungkap. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Kasus perampokan pedagang cabai yang dibacok dua perampok hingga empat jari tanganya putus sampai saat ini masih gelap, karena belum terungkap.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan yang dikonfirmasi membenarkan kasus perampokan pedagang cabai ini masih gelap. “Ya betul,” katanya Minggu (10/5) malam.

Dijelaskan, Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan kasus dua perampokan mengendarai sepedamotor yang membacok jemari pedagang cabai.

                                             

“Masih lidik pelakunya dan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan CCTV yang ada di sepanjang jalan di lokasi kejadian,” kata Kompol Faidir.

“Namun dari pemeriksaan CCTV yang ada disepanjang lokasi belum ada yang jelas,” katanya.

Seperti diberitakan, aksi perampokan sadis terjadi di Jl  AR Hakim simpang Jl Wahidin, Kel. Bantan, Kec Medan Tembung, Jumat (1/5) pagi sekira pukul 05.00 WIB.

Korban seorang pedagang cabai bernama Erdina Boru Sihombing, 54, dibacok oleh pelaku hingga mengakibatkan jemari tangan sebelah kiri korban putus.

Perampok yang berjumlah 2 orang mengendarai sepedamotor juga merampas tas berisi uang Rp4 juta dan 1 unit ponsel milik korban.

Informasi dihimpun wartawan, perampokan ini bermula ketika korban keluar dari rumahnya di Jl AR Hakim, Gang Rahayu Medan Area.

Korban dikabarkan hendak menuju ke Pasar MMTC Jl Pancing untuk berjualan cabai.

Mempertahankan Tas

Pagi itu, wanita paruh baya ini menumpangi Betor dari Jl AR Hakim menuju MMTC.

Petaka, sesampainya dia melewati simpang lampu merah Jl AR Hakim/Jl Wahidin, tiba-tiba tas korban ada yang menarik.

Korban, yang mengetahui tasnya dijambret pelaku kejahatan yang mengendarai sepedamotor, sontak berusaha mempertahankan tasnya.

Tak dinyana, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan langsung menebas tangan korban hingga jari-jarinya putus.

Pelaku pun berhasil meraup tas korban.

Dalam kondisi terluka parah, pengemudi Betor langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Murni Teguh Jalan Jawa Medan untuk mendapatkan penanganan medis.

Personel Polsek Medan Area yang mendapatkan laporan ini turun ke lokasi melakukan penyelidikan.

TKP perampokan berbatasan antara Polsek Medan Area dan Polsek Percut Seituan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar membenarkan mengenai kejadian ini.

Pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu pelakunya. (m25)

  • Bagikan