Waspada
Waspada » Kasus Pencemaran Nama Baik Polisi, Dua Youtuber Divonis 8 Bulan Penjara
Medan

Kasus Pencemaran Nama Baik Polisi, Dua Youtuber Divonis 8 Bulan Penjara

KEDUA terdakwa saat mendengarkan vonis dalam sidang yang digelar virtual di PN Medan. Dua Youtuber divonis 8 bulan penjara terkait kasus pencemaran nama baik polisi. Waspada/Rama Andriawan.
KEDUA terdakwa saat mendengarkan vonis dalam sidang yang digelar virtual di PN Medan. Dua Youtuber divonis 8 bulan penjara terkait kasus pencemaran nama baik polisi. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Dua terdakwa kasus pencemaran nama baik, Benni Eduward Hsb dan Joniar M Nainggolan divonis hakim masing-masing 8 bulan penjara, dalam persidangan di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (12/4) sore.

Kedua Youtuber ini dinyatakan bersalah melakukan pencemaran nama baik karena mengunggah video seorang oknum polisi yang diduga menunggak pajak kendaraan bermotor.

“Mengadili, dengan ini majelis hakim menjatuhkan hukuman terdakwa I Joniar M. Nainggolan dan Terdakwa II Benni Eduward Hsb dengan pidana penjara selama 8 bulan,” kata Hakim Ketua Ahmad Sumardi dalam sidang yang digelar virtual di Ruang Cakra IV, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (12/4) sore.

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan /atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 45 ayat 3 dari UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dalam Dakwaan Alternatif kedua,” sebut hakim.

Menurut hakim, hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa meresahkan masyarakat, telah menyerang saksi korban dan membuat rasa malu saksi korban, tidak memiliki izin untuk mengupload ke medsos dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga,” kata hakim.

Pikir-pikir

Putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim sama dengan tuntutan yang diajukan oleh jaksa Chandra Naibaho dalam persidangan sebelumnya. Menyikapi putusan ini, terdakwa maupun jaksa masih menyatakan pikir-pikir.

Mengutip surat dakwaan jaksa disebutkan, terdakwa Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hsb pada Selasa 11 Agustus 2020, Joniar menghubungi Benni untuk berkeliling melihat aktifitas di seputaran Samsat Putri Hijau Medan.

Terdakwa Joniar dan Benni sepakat bertemu di depan jalan kantor Samsat Putri Hijau Medan, lalu sesampainya di kantor Samsat Putri Hijau Medan maka terdakwa I mencoba mengecek kendaraan mobil yang terpakir di belakang kantor Samsat Putri Hijau Medan dengan menggunakan pengecekan telkomsel (kode USSD) dengan mengetik *368*117#.

Setelah mengecek, kedua terdakwa menemukan beberapa kendaraan yang menunggak pajak dan ada beberapa kendaraan tidak ditemukan datanya dan ada juga beberapa kendaraan yang diduga bodong.

Kedua terdakwa langsung live di media sosial youtube dengan berkeliling ke samping, depan dan ke belakang kantor Samsat Putri Hijau Medan dan pada saat live Youtube tersebut.

Terdakwa Joniar dan Benni ada menyebutkan beberapa kendaraan dan plat polisi mobil yang terpakir di belakang, samping dan depan kantor Samsat Putri Hijau Medan.

Kendaraan Bodong

Pada saat live Youtube pada durasi awal 00.01, terdakwa Benni mengatakan masih banyak oknum yang menggunakan kendaraan bodong.

Kemudian pada durasi 02.00 terdakwa Joniar mengatakan mereka bertugas di Dit Lantas tapi tidak taat pajak.

Lalu pada durasi 02.12 terdakwa Benni mengatakan, kenapa di areal Samsat Putri Hijau banyak sekali ditemukan kendaraan bodong, lalu pada durasi 02.25 terdakwa Joniar dan Benni mengatakan BK 1212 JG 3,7 juta nunggak pajak.

Tak hanya itu, pada durasi 07.24 saat itu saksi korban Johanes Ginting berdiri di samping mobilnya Honda Jazz BK 1212 JG maka terdakwa I dan terdakwa II memperlihatkan mobil BK 1212JG yang diduga menunggak pajak.

Kemudian, setelah selesai live Youtube, kedua terdakwa mengupload atau menyebarkan video tersebut di akun Youtube terdakwa Joniar dengan nama Joniar News Pekan dengan upload video berjudul; #VIRAL#PUNGLI#RAZIA SIDAK DI SAMSAT POLDASU Banyak Diduga Plat Bodong digunakan oknum Part 1, dengan video durasi 22.46 menit tersebut di samping dan belakang kantor samsat Putri Hijau.

Kemudian, sekira pukul 16.00, saksi korban Johanes Ginting dihubungi oleh saksi Mhd Shaleh yang memberitahukan bahwa akun Youtube Joniar News Pekan milik terdakwa I telah meng-upload video berjudul kalimat#VIRAL#PUNGLI#RAZIA SIDAK DI SAMSAT POLDASU Banyak Diduga Plat Bodong digunakan yang memperlihatkan saksi korban sedang berada disamping mobil miliknya Honda Jazz BK 1212 JG.

Namun, sebelumnya saat saksi korban dihadirkan ke persidangan pada Januari lalu, ia membantah tudingan kedua terdakwa yang menyebut mobil miliknya menunggak pajak, sebagaimana dalam video yang disebar terdakwa di akun Youtube, yang sempat viral pada Agustus 2020 lalu. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2