Kasus Ganja, Zulfikar Divonis Seumur Hidup

Kasus Ganja, Zulfikar Divonis Seumur Hidup

  • Bagikan
Terdakwa saat menjalani sidang virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.
Terdakwa saat menjalani sidang virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Terbukti bersalah terkait kepemilikan 139 kg ganja, terdakwa Zulfikar dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Hakim Ketua Ali Tarigan, dalam persidangan virtual yang berlangsung di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (18/6).

Hakim mengatakan, warga Asam Kumbang, Medan Selayang ini terbukti bersalah menyimpan 139 kg ganja di gudang kapur, di kawasan Asam Kumbang.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Zulfikar alias Zul bin Achmad Lesmana oleh karenanya dengan pidana penjara seumur hidup,” ujar hakim dalam amar putusannya.

Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum, yakni terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan dalam diri terdakwa,” ungkapnya.

Putusan ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana seumur hidup.

Atas putusan ini, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa dan JPU untuk menyatakan terima atau banding.

Kasus ini, berawal pada Mei 2020. Terdakwa, menerima tawaran pekerjaan dari Samsul (DPO) untuk bisnis narkotika jenis ganja.

Pada Juni 2020, Samsul menghubungi terdakwa bahwa mobil bermuatan ganja sedang dalam perjalanan dari Gayo Luwes, Aceh, untuk menyimpan ganja tersebut.

Selanjutnya terdakwa menghubungi Putra alias Puput (DPO), Suria Agus Tami, dan Salamuddin (berkas terpisah) untuk membantu menurunkan barang berupa ganja di sekitaran gudang kapur, Asam Kumbang.

Sekira jam 22.00, mobil bermuatan ganja tersebut datang ke gudang kapur, selanjutnya Puput (DPO), saksi Surya Agus Tami dan saksi Salammudin menurunkan barang yang bermuatan ganja sebanyak 7 karung.

Gali Tumpukan Kapur

Lebih lanjut, setelah menerima ganja sebanyak 7 karung, Puput, Surya Agus Tami dan Salammudin menggali tumpukan kapur di gudang kapur dengan menggunakan cangkul untuk mengeluarkan 5 box plastik yang sudah tertanam di gudang kapur.

Ganja yang telah dibuka oleh terdakwa lainnya, lalu dimasukkan ke dalam 5 box plastik tersebut.

Setelah dikubur kemudian Puput memberitahukan kepada terdakwa bahwa jumlah ganja yang dikubur sebanyak 150 bungkus.

Kemudian pada September 2020, Samsul Kembali menelepon terdakwa bahwa akan ada pengiriman ganja kembali.

Lalu terdakwa menghubungi Puput, Tami dan Salammudin untuk mengubur kembali ganja yang berjumlah 98 bungkus.

Selanjutnya, pada 8 November 2020, kembali masuk ganja dari Samsul, dan mengubur sebanyak 167 bungkus.

Malam harinya Samsul menelepon terdakwa bahwa akan ada orang yang akan mengambil ganja dan diminta menyiapkan 18 ganja, untuk diserahkan kepada orang yang tidak dikenal.

Agus Tami kemudian diajak terdakwa ke arah jalan Pinang Baris, karena terdakwa telah mengetahui bahwa rumah Puput digrebek oleh petugas polisi.

Kemudian sekira pukul 22.00, terdakwa beserta ketiga saksi lainnya ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sebelumnya telah mendapat informasi dari masyarakat.

Setelah dilakukan pengeledahan ditemukan 5 buah container box dan 2 bungkus kantong plastik yang di dalamnya berisi 136 kotak yang dilapisi lakban coklat berisi narkotika jenis ganja dengan berat kurang lebih 139.779,2 gram. (m32).

 

  • Bagikan