Waspada
Waspada » Karyawan RS Martha Friska Diberhentikan Sepihak
Medan

Karyawan RS Martha Friska Diberhentikan Sepihak

SEJUMLAH pekerja Rumah Sakit Martha Friska Pulo Brayan Jl KL Yos Sudarso Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli tak diterima diberhentikan sepihak, melakukan aksi demo dan mogok kerja di halaman rumah sakit tersebut, Rabu (5/8). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
SEJUMLAH pekerja Rumah Sakit Martha Friska Pulo Brayan Jl KL Yos Sudarso Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli tak diterima diberhentikan sepihak, melakukan aksi demo dan mogok kerja di halaman rumah sakit tersebut, Rabu (5/8). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Sejumlah karyawan dan pekerja paramedis Rumah Sakit Martha Friska Pulo Brayan Jl. KL Yos Sudarso Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli tak terima diberhentikan sepihak. Mereka menggelar aksi unjukrasa di halaman rumah sakit tersebut, Rabu (5/8).

Dalam aksi demo tersebut, para karyawan RS Martha Friska tak terima diberhentikan sepihak, dan minta manajemen membayar 4 bulan gaji yang selama ini belum diberikan kepada mereka selama pandemi Covid-19.

Seratusan pekerja yang didominasi kaum wanita tersebut melakukan aksi demo dengan tertib.

Seorang pendemo menyebutkan, di tengah pandemi Covid-19, para pekerja sangat menyayangkan sikap rumah sakit yang terkesan tidak peduli terhadap kondisi ekonomi karyawannya sementara para pekerja medis diwajibkan tetap bekerja.

“Kami menuntut pemilik rumah sakit agar tidak melakukan PHK sepihak lagi dan membayarkan 4 bulan gaji karyawan yang sejak Covid-19 belum diberikan kepada para karyawannya,” sebut Sarmina Saragih kepada wartawan.

Sarmina juga menyebutkan, selain PHK sepihak, para karyawan juga mendesak pihak pemilik rumah sakit agar memberikan hak-hak normatif terhadap 100 orang pekerja yang diberhentikan sepihak.

“PHK sepihak berdalih karena Covid-19. Hak-hak normatif tidak diberikan termasuk gaji kami yang sudah 4 bulan belum diberikan sehingga merugikan paramedis,” sebut Sarmina.

Bayar Gaji

Dalam perundingan antara pihak rumah sakit dengan perwakilan pendemo, pihak rumah sakit berjanji akan membayar gaji paramedis pada Januari 2021, namun ditolak oleh para pendemo.

Mereka tetap meminta gaji mereka dibayar sekarang juga atau secepatnya.

Karena pihak rumah sakit tidak bersedia memenuhi tuntutan paramedis tersebut akhirnya tidak ditemui kesepakatan.

Para pekerja medis tersebut akan tetap melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja.

Jika tuntutan mereka tidak terpenuhi, mereka berjanji akan mendatangkan 100 orang yang telah diberhentikan sepihak untuk aksi demo selanjutnya.

Sementara itu, pihak pengelola Rumah Sakit Martha Friska yang hendak dikonfirmasi terkait aksi demo paramedisnya itu sepertinya enggan untuk ditemui.

Sudah 3 jam lebih ditunggu, pihak rumah sakit tak mau memberikan penjelasannya kepada wartawan.

“Pimpinan rumah sakit sedang rapat dan tidak biaa diganggu,” sebut seorang pekerja yang berdiri di depan pintu masuk. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2