Waspada
Waspada » Kapoldasu: Jumlah Tindak Pidana Meningkat Pada 2020
Medan

Kapoldasu: Jumlah Tindak Pidana Meningkat Pada 2020

KAPOLDA Sumut Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak salam Covid-19 dengan pejabat Kemenko Polhukam sebelum menggelar Rakor menjaga stabilitas keamanan di Medan, Kamis (25/3). Kapoldasu sebut jumlah tindak  pidana meningkat pada 2020. Waspada/Ist
KAPOLDA Sumut Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak salam Covid-19 dengan pejabat Kemenko Polhukam sebelum menggelar Rakor menjaga stabilitas keamanan di Medan, Kamis (25/3). Kapoldasu sebut jumlah tindak  pidana meningkat pada 2020. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, jumlah tindak pidana yang terjadi di Sumatera Utara selama 2020 meningkat dibanding 2019. Diuraikan, pada 2020 jumlahnya sebanyak 39.249 kasus, meningkat 5.496 kasus dari 2019.

Kapolda menyampaikan itu saat rapat koordinasi antar instansi penegak hukum se Sumatera Utara di Hotel Santika Jl. Pengadilan, Medan, Kamis (25/3).

Hadir Sekretaris Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam Brigjen Pol. Hadi Gunawan, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara Polhukam Brigjen Pol. Dr Eriadi.

Kemudian Kabid Penanganan Kejahatan Konvensional Kemenko Polhukam Kombes Pol. Yulizae Gaffar, Dir Tipidum Bareskrim Polri diwakili Kombes Pol. Yudha Setia Budi, Jampidum Kejagung Pusiknas Polri, PJU Poldasu, serta para pejabat lainnya.

Rapat koordinasi, sebut Kapolda, sebagai program prioritas nasional guna menjaga stabilitas keamanan nasional berupa penyelesaian tindak pidana, pengendalian tingkat kriminalitas dan indeks kamtibmas bersama Menkopolhukam RI.

Kata dia, Sumatera Utara memiliki jumlah penduduk terbanyak nomor 4 di Indonesia, yakni sekira 15,13 juta jiwa. Sedangkan jumlah anggota Polri di Poldasu kurang lebih 19.000 personil. “Perbandingnya 1 anggota Polri melayani 793 jiwa, ini masih sangat tidak seimbang,” sebutnya.

Dikatakannya juga, dari jumlah kasus pidana tersebut, sebanyak 29.488 merupakan kejahatan konvensional yang terdiri dari kasus narkoba, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan.

Perhatian

Sementara, kasus kejahatan curat, curas, dan curanmor merupakan salah satu tindakan premanisme. “Oleh karenanya, kasus premanisme juga harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Sehingga perlu dilakukan pemberdayaan terhadap masyarakat utamanya menengah ke bawah agar mereka memiliki jaminan sosial,” ujar jenderal bintang dua itu.

Dikatakan, penegakan hukum tidak selalu menjadi jalan keluar dalam penyelesaian masalahan. Oleh karena itu Kapolri membuat program transformasi Polri yang Presisi, salah satunya mendorong dilaksanakan restoratif justice.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kalapas dan jajaran yang telah menerima tahanan dari Poldasu yang telah inkrah di tengah situasi pandemi Covid-19,” ucap Panca.

Sementara, Sekretaris Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam Brigjen Pol. Hadi Gunawan menerangkan, rapat koordinasi sebagai media diskusi antara aparat penegak hukum di Sumut.

Khusus wilayah Sumatera Utara indeks tingkat kriminal masih belum mencapai target. Sehingga, kata dia, perlu disampaikan kepada seluruh aparat penegak hukum se-Sumut untuk terus meningkatkan kewaspadaan deteksi dini dan kolaborasi dalam merawat situasi kamtibmas di wilayah masing-masing.(m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2