Kapal Isoter KM Bukit Raya Sudah Tidak Beroperasi Lagi

Kapal Isoter KM Bukit Raya Sudah Tidak Beroperasi Lagi

  • Bagikan
KM Bukit Raya yang akan dijadikan tempat Isoter saat tiba di dermaga 007 Pelabuhan Belawan Medan, Senin (16/8). Waspada/Andy Aditya
KM Bukit Raya yang akan dijadikan tempat Isoter saat tiba di dermaga 007 Pelabuhan Belawan Medan, Senin (16/8). Waspada/Andy Aditya

MEDAN (Waspada): Kapal Motor (KM) Bukit Raya ke PT Pelni, kapal yang dijadikan lokasi isolasi terpusat (Isoter) pasien terkonfirmasi positif baru beroperasi selama satu bulan itu kini sudah tidak dioperasikan.

Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, Mardohar saat dikonfirmasi soal tempat-tempat Isoter di Medan sebutnya memang mengalami penurunan yang sangat drastis seiring menurunnya angka kasus Covid-19 di Medan.

                                             

“Isoter kita sudah sepi, tinggal sikit-sikit laginya,” ucapnya.

Penegasan pemberhentian pengoperasian kapal Isoter juga keluar dari ucapan Walikota Medan, Bobby Nasution.

“Isoter di Belawan sedang dalam proses pengembalian, karena kosong sudah seminggu lebih, hampir dua minggu kosong,” ujar

KM Bukit Raya sendiri baru tiba di Pelabuhan Belawan pada 16 Agustus 2021 lalu. Artinya KM Bukit Raya yang memiliki 450 tempat tidur baru beroperasi selama satu bulan.

Pemulangan kapal tersebut karena tidak ada lagi pasien terpapar COVID-19 yang menjalani isolasi. Selain itu angka terkonfirmasi positif juga mengalami penurunan.

Semula KM Bukit Raya diproyeksikan sebagai isoter warga di wilayah Medan Utara yang terdiri dari empat kecamatan yakni Kecamatan Marelan, Kecamatan Belawan, Kecamatan Deli, Kecamatan Labuhan. Walaupun begitu, warga Medan diluar kecamatan tersebut tetap diperkenankan untuk menjalani isolasi di sana.

“Terakhir jumlah pasien di sana sekitar 80-an,” sambung Bobby.

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahkan sempat meninjau KM Bukit Raya pada 21 Agustus 2021 lalu.

Dengan begitu saat ini isoter yang dimiliki dan dikelola Pemkot Medan tersisa dua yakni eks Hotel Soechi dan gedung P4TK di Helvetia. (Andika Syahputra. (Cbud)

  • Bagikan