Waspada
Waspada » Kampung Kolam Belawan Kini Tak ‘Bersinar’ Lagi
Medan

Kampung Kolam Belawan Kini Tak ‘Bersinar’ Lagi

KAPOLRES Pelabuhan Belawan (saat itu) AKBP Ikhwan Lubis berdialog dengan seorang ibu rumahtangga saat mengunjungi kawasan Kampung Kolam Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan, beberapa waktu lalu sekaligus mencanangkan Kampung Kolam Bersih Narkoba (Bersinar). Waspada/Ist
KAPOLRES Pelabuhan Belawan (saat itu) AKBP Ikhwan Lubis berdialog dengan seorang ibu rumahtangga saat mengunjungi kawasan Kampung Kolam Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan, beberapa waktu lalu sekaligus mencanangkan Kampung Kolam Bersih Narkoba (Bersinar). Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Kampung Kolam yang berada di Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan kini tak ‘Bersinar’ lagi. Program Bersih Narkoba (Bersinar) itu  hingga kini tinggal kenangan.

Sejak puluhan tahun silam, kawasan ini dikenal sebagai lokasi peredaran Narkoba. Dulunya, Kampung Kolam dikenal sebagai lokasi peredaran daun ganja kering.

Daun ganja kering tersebut dipasok dari Provinsi Aceh oleh para pendatang dan warga setempat. Maklum saja, dulunya Kampung Kolam dihuni oleh para pendatang dari Aceh dan berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, Narkoba jenis ganja perlahan mulai tersaingi dengan hadirnya produk baru jenis sabu-sabu.

Tak hanya Narkoba, praktik judi dingdong juga ada di sini. Berkedok arena ketangkasan, setiap pemain judi dengan leluasa bisa menyalurkan hobinya setelah membeli sejumlah koin yang telah disediakan. Narkoba dan judi seolah-olah sudah menjadi pemandangan yang biasa di Kampung Kolam.

Maraknya peredaran Narkoba di Kampung Kolam membuat nama kampung ini makin berkibar lagi dan surganya bagi penikmat Narkoba.

Bayangkan saja, para pecandu Narkoba dengan bebasnya bisa mengkonsumsi sabu-sabu di sejumlah lapak yang telah disediakan.

Salah seorang warga Kelurahan Belawan Bahagia bernama Khairul ,47, mengaku pada masa kecilnya bermain di Kampung Kolam dan setiap hari menyaksikan kaum pria mengisap rokok bercampur ganja.

Tak hanya melihat orang mengisap daun ganja, transaksi jual beli daun ganja kering juga masih terlihat bebas kala itu.

“Waktu masih kanak-kanak, setiap saat awak melihat orang merokok campur daun ganja kering di warung atau sudut rumah,” ujar Khairul kepada Waspada, Minggu (12/1) di Pajak Baru Kelurahan Belawan Bahagia.

Dijelaskan Khairul, meski sudah berkali-kali digerebek oleh petugas kepolisian namun bisnis jual beli sabu-sabu di Kampung Kolam tak pernah henti.

“Beberapa bulan lalu, personil kepolisian yang dipimpin oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis (saat itu) melakukan razia dan menetapkan Kampung Kolam sebagai lokasi Bersih dari Narkoba (Bersinar). Artinya, tidak ada lagi peredaran  Narkoba di sini,” tutur Khairul.

Ditambahkan Khairul, pasca razia yang dilakukan oleh aparat kepolisian itu, sejumlah personil Polres Pelabuhan Belawan melakukan apel pagi dan apel sore di Kampung Kolam. Bahkan Pos Polisi pun sempat didirikan. Tujuannya tak lain untuk mencegah peredaran Narkoba di kawasan pemukiman padat penduduk itu.

Kini, setelah apel pagi dan apel sore tiada lagi seiring pindah tugasnya AKBP Ikhwan Lubis menjadi Kapolres Batubara, bisnis ilegal tersebut marak lagi.

Tinggal kenangan

Program Bersih Narkoba (Bersinar) yang dicanangkan oleh Polres Pelabuhan Belawan kini hanya tinggal kenangan manis. Kampung Kolam tak bersinar lagi.

Tak hanya di Kecamatan Medan Belawan, peredaran Narkoba yang marak juga ada di Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan dan di kawasan Mabar,Kecamatan Medan Deli.

Maraknya peredaran Narkoba tersebut, kata warga, karena diduga aparat kepolisian hanya menangkap pengedar kelas teri tanpa mau menangkap pengedar kelas kakap yang setiap hari memasok Narkoba di kawasan Kampung Kolam dan Kelurahan Sei Mati serta di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan yang dikonfirmasi  via WhatsApp, Minggu (12/1) terkait masih maraknya peredaran Narkoba di wilayah hukumnya enggan membalas. Konfirmasi yang dikirimkan terlihat sudah dibaca, namun tak memberikan jawaban konfirmasinya. (h04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2