Kampung KB Di Medan Harus Bisa Ciptakan Usaha Kecil

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Di Kota Medan terdapat 24 Kampung KB yang tersebar di 21 Kecamatan. Diharapkan Kampung KB itu dapat menciptakan usaha kecil untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Ini dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Medan, dra Yuslinar saat mengunjungi pembuatan minyak karo dan minyak Kemiri yang dilakukan oleh kelompok kerja Kampung KB Kemenangan Tani, Tuntungan pada Selasa (29/11).

“Bangga sekali melihat kelompok kerja di Kampung KB Kemenangan Tani ini yang sudah mampu bangkit dan menciptakan usaha kecil dengan memproduksi minyak Karo dan minyak kemiri. Saya harap Kampung KB Kemenangan Tani ini dapat menginspirasi atau menjadi contoh Kampung KB lainnya,” ucapnya kepada Waspada.

Dikatakannya, sejak pencanangan pada tahun 2017 hingga mengunjungi kampung KB pada tahun 2021 ini belum ada gerakan membuat usaha. Padahal, dengan adanya usaha maka diyakininya bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Apalagi di kawasan itu sebutnya banyak ibu rumah tangga yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), buruh cuci dan lainnya. Untuk itu ia kemudian menggerakkan lagi para kader Pokja kampung KB untuk bangkit lagi membangun usaha setelah lama tertidur.

“Sekarang mereka sudah bergerak bahkan sekarang usaha ini mulai berkembang dan mulai banyak pemesannya. Ada dua produk yang menjadi usaha mereka di sini yaitu minyak Karo dan minyak kemiri,” ungkapnya.

Memang sebutnya usaha kader Kampung KB ini masih bersifat manual, belum ada peralatan khusus untuk memproduksi kedua produk itu. Sehingga ia menyatakan jika ada alat yang lebih praktis maka dalam memproduksi dua produk itu akan semakin mudah dan cepat.

Untuk mengenalkan produk ini ke publik, rencananya pihaknya akan mengikutsertakan produk ini untuk dipamerkan di ajang kegiatan pencanangan PKK KB Kesehatan pada Desember mendatang yang bertempat di kantor PKK kota Medan.

“Di situ kita akan memamerkan usaha kampung KB ini dengan bergabung dengan UMKM yang ada di kota Medan yang dibina oleh dinas koperasi. Saya mengharapkan dari dinas koperasi untuk memasukkan usaha kampung KB kita yang dikembangkan kampung KB kemenangan tani ini sebagai UMKM kota Medan,” ujar Yuslinar.

Pembina Kampung KB Kemenangan Tani, Toyoayu Sidabutar, S.Tr.Keb menjelaskan usaha minyak karo dan minyak kemiri ini baru sebulan dilakoni kelompok kerja kampung KB kemenangan Tani di mana kelompok ini sebutnya beranggotakan 10 orang.

“Sejak usaha ini dimulai, dua produk ini mendapat sambutan yang baik. Dalam sebulan ini kami sudah menjual ratusan botol minyak Karo dan kemiri sehingga saat ini anggota Pokja harus memproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi permintaan. Kita selalu kalah dengan tingginya permintaan. Ini dikarenakan juga karena proses pembuatan dua produk ini masih manual,” ucapnya.

Toyoayu Sidabutar yang akrab dengan nama Ayu ini menjelaskan mengapa pihaknya memilih dua produk ini menjadi sebuah usaha di kampung KB itu.

“Di sini banyak warga beretnis Karo, dan banyak pula yang memiliki keahlian membuat minyak Karo yang baik. Sedangkan minyak kemiri karena kelurahan kita ini banyak warga yang bekerja sebagai pemipil kemiri jadi kita beli dari warga sekitar kampung sehingga warga juga dapat meningkatkan pendapatannya,” kata Ayu.

Ayu menjelaskan lagi, yang menjadi kendala pada usaha ini hanya alat pemeras. Untuk pemasaran sendiri, anggota Pokja yang terdiri 10 orang itu sebutnya masih memasarkan dari mulut ke mulut seperti ke tetangga, teman dan dibantu dengan adanya media sosial.

Untuk harga minyak kemiri dibandrol hanya Rp 30 ribu per botol dengan berat bersih 60 ml, sedangkan minyak Karo untuk isi 65 ML seharga Rp 25 ribu.

Sementara itu, pantauan Waspada, pada proses pembuatan minyak tradisional itu, anggota Pokja yang didominasi oleh kaum ibu bahkan lansia itu tampak semangat dan gembira bergantian mengaduk bahan-bahan diatas kuali hingga menghasilkan minyak yang diharapkan.

Begitu juga saat awal prosesnya, mereka bersama-sama membantu untuk menyiapkan bahan-bahan minyak Karo dan minyak kemiri itu. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *