Waspada
Waspada » Kakak Beradik Menunggu Juara Di Arena MTQ Ke-54 Medan
Medan

Kakak Beradik Menunggu Juara Di Arena MTQ Ke-54 Medan

PESERTA MTQ Muhammad Sofwan Ar Rafif Lubis. Liya Zafiratussyaurah Lubis dan Muhammad  Syafiq Ar Rifqi didampingi orangtua mereka. Kakak Beradik ini menunggu juara di arena MTQ ke-54 Kota Medan. Waspada/Ist
PESERTA MTQ Muhammad Sofwan Ar Rafif Lubis. Liya Zafiratussyaurah Lubis dan Muhammad  Syafiq Ar Rifqi didampingi orangtua mereka. Kakak Beradik ini menunggu juara di arena MTQ ke-54 Kota Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ajang Musabaqah Tilawatil Quran(MTQ) ke-54 Kota Medan, memberi banyak kesan kepada peserta. Sebab, juara dalam MTQ sudah pasti diraih.

Hal inilah yang membuat gembira kakak beradik peserta MTQ yang masuk babak final dan berlomba pada Senin (22/3) dan menunggu pengumuman juara pada Selasa(23/3) saat MTQ ditutup secara resmi oleh Wali Kota Medan.

Bertemu dengan kakak beradik yang usai mengikuti lomba di Asrama Haji Medan, ketiganya sangat bahagia sebab usaha yang dilakukan sangat maksimal sudah membuahkan hasil.

Ketiganya adalah, anak dari pasangan, M Akmal Syah Lubis dan Ellya Rosa Hasibuan. Yakni, Muhammad Sofwan Ar Rafif Lubis, Liya Zafiratussyaurah Lubis dan Muhammad  Syafiq Ar Rifqi.

Setelah lomba di babak final, ketiganya nampak tetap membaca Alquran, didampingi orang tuanya.

Bagi Muhammad Sofwan Ar Rafif Lubis, sering juara dalam MTQ dan meraih uang pembinaan, ternyata dia tabungkan untuk bisa mendaftarkan diri sebagai jamaah haji.

Hal ini dia ungkapkan kepada Waspada, saat bincang-bincang usai lomba.Kata Sofwan yang bercita-cita jadi Qori Internasional ini, dana pembinaan yang diterima tetap dalam tabungan, saat jumlahnya cukup untuk biaya daftar haji, dia minta kepada orang tuanya untuk didaftarkan segera.

“Alhamdulillah, sudah daftar haji. Sekarang akan lebih fokus latihan. Siapa tau saya juara 1, sehingga ikut latihan untuk ikut STQ Tingkat Provinsi Sumut tahun ini,”katanya penuh semangat.

Dalam MTQ ke-54 Kota Medan ini, Sofwan tampil di Cabang Lomba Tahfiz 1 Juz dan tilawah dengan NPP 355.

Dia mengaku sejak usia 8 tahun sudah belajar Alquran di Lembaga Bapkah-Sika Sumut, kini sudah hafal 6 Juz. Agar cita-citanya tercapai sebagai Qori Internasional, diapun ingin lebih giat berlatih dan menghafal Alquran. “Jika Allah kabulkan keinginan dan harapan saya tahun depan sudah hafal 30 Juz,”ungkapnya.

Ikut Jejak Abang

Liya Zafiratussyaurah Lubis, adik puteri satu-satunya dalam keluarga ini, ternyata mengidolakan sang abang.
Berkat sering bersama dalam belajar, Liya juga berusaha untuk tampil sebagai pemenang. Keinginan itu terwujud, dengan meraih juara dalam berbagai perlombaan MTQ.

Di sekolahnya MIN 1 Medan, Liya sering jadi utusan sekolah setiap ada perlombaan. Itulah sebabnya, hadiah juara dalam berbagai perlombaan sudah tidak bisa lago dia hitung.

“Saya ingin seperti abang. Giat berlatih dan selalu juara. Makanya dalam membaca dan menghafal ayat Alquran, kami selalu kompak,” ungkapnya yang kini sudah hafal Alquran hampir 5 Juz.

Bagi, Muhammad  Syafiq Ar Rifqi anak ketiga dari empat bersaudara ini,mengakui jika dirinya baru kali ini lolos ke MTQ Kota Medan. “Ini yang pertama dan sangat mendebarkan,” ungkapnya.

Disampaikan, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dua kakak dan orang tuanya yang dengan sabar memberikan motivasi pada dirinya, sebagai peserta pemula yang berhasil masuk babak final.

“Ingin juara. Ingin jadi qori terbaik dan akan lebih giat berlatih,” ungkapnya.

Pasangan M.Akmal Syah Lubis dan Ellya Rosa Hasibuan, mengaku sangat bahagia atas prestasi anak-anaknya.

Keduanya mengaku, hal ini tidak terjadi begitu saja. Namun, dengan strategi dan kesabaran yang sangat kuat dan memberi pola asuh teladan kepada anak-anak.

“Saya salalu mengantar anak-anak belajar mengaji ke Bapkah-Sika. Mengikuti permintaan anak-anak usai belajar. Misalkan main sepeda atau anak pertama main bola dengan teman-temannya. Mengantar ke sekolah dan menjemput atau menemani lomba seperti saat ini. Harus ekstra sabar,” Ellya Rosa Hasibuan.

Hal senada disampaikan suaminya, M Akmal Syah Lubis bahwa orang tua harus jadi contoh.

“Saya harus rajin baca Alquran dan mendengarkan bacaan anak-anak dan menerima setoran hafalan mereka. Kalau ada waktu, saya bawa anak-anak jalan-jalan sambil bermain dan mengulang bacaan dan hafalan Alquran. Menemani mereka setiap ada waktu,” ujar M Akmal yang menyebut putera bungsunya M. Syaddad Arrasyid Lubis yang kini sudah ikut belajar Alquran di Bapqah-Sika Sumut. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2