Kadiskes Dicopot, DPRD Medan Harap Medan Zona Hijau Covid-19

Kadiskes Dicopot, DPRD Medan Harap Medan Zona Hijau Covid-19

  • Bagikan
KETUA Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong. DPRD Medan harap Medan zona hijau Covid-19 setelah pencopotan Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi. Waspada/Dok
KETUA Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong. DPRD Medan harap Medan zona hijau Covid-19 setelah pencopotan Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi. Waspada/Dok

MEDAN (Waspada):  Pencopotan jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan Edwin Effendi kemarin oleh Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution ditanggapi sejumlah anggota DPRD Medan. Para wakil rakyat tersebut menyebut jika tujuan pencopotan untuk Medan Zona hijau pandemi covid 19 patut didukung.

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi I DPRD Medan yang membidangi hukum dan pemerintahan, Rudiyanto Simangunsong kepada wartawan, Sabtu (24/4) menyebut, tindakan Wali Kota Medan melakukan pencopotan jabatan Edwin Effendi selaku Kadinkes patut diapresiasi.

Apalagi alasan pencopotan karena ketidakmampuan Edwin menyelesaikan percepatan pengendalian pandemi Covid 19. Artinya, Wali Kota Medan sudah menemukan sosok yang mampu mengatasi akar masalah percepatan pandemi Covid 19.

Namun kata Ketua Fraksi PKS DPRD Medan itu, mengajak dan menunggu apa memang teori itu benar adanya. “Jangan akhirnya seperti pepatah bilang, awak yang tak pande memari, lantai yang disalahkan,” sebut Rudiyanto.

Untuk itu, Rudiyanto mendorong dan memberi semangat kepada Wali Kota Medan dapat mengendalikan penanganan Covid 19, sehingga kota Medan secepatnya ke Zona  hijau.

Langkah Tepat

Berbeda disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, menyebut pencopotan jabatan Edwin Effendi merupakan langkah yang tepat.

Sebab, kata Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu, Ianya duduk di Komisi II DPRD Medan membidangi kesehatan dan kesejahteraan sosial, sudah memberikan penilaian sejak awal terhadap kinerja Edwin Effendi. Sejak kota Medan dilanda pandemi Covid 19 pada Maret 2020 lalu, kinerja Edwin Effendi memang sangat lambat menangani wabah Covid 19.

Dicontohkan Sudari, penanganan lambat itu terlihat mulai dari orang yabg terindikasi suspect, probable Covid 19 hingga penanganan pasien yang terkonfirmasi positif. Padahal, sudah ada petunjuk yang dibuat Kementrian Kesehatan melalui Kepmenkes No. 413 Tahun 2020.

Bahkan tambah Sudari ST, dalam rapat rapat di Komisi II DPRD Medan soal Pansus Covid 19 selalu mengingatkan Kadinkes untuk bekerja maksimal. Namun masih saja ditemui juga dimasyarakat kesulitan dan kebingungan ketika terindikasi suspect Covid 19.

“Kita juga pernah mengingatkan Kadinkes Kota Medan agar melakukan Gap Analisis. Dan Gap Analisa seperti apa yang telah dilakukan agar penanganan penyebaran Covid 19 tersebut terukur.  Tetapi sayang hal itu tidak diindahkan oleh Kadinkes Edwin Effendi,” kesal Sudari.

Ditambahkan Sudari lagi, pihaknya juga sudah pernah menyarankan agar Dinas Kesehatan Kota Medan agar melibatkan praktisi dan akademisi bidang kesehatan seperti IDI mahasiswa FKM untuk membantu dalam menekan penyebaran Covid 19. “Tetapi hal itu pun tidak digubris,” ajar Sudari.

Sebagai mana diketahui, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mencopot Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi, Jumat (23/4). Pencopotan itu terjadi karena dianggap lambat menanggulangi penyebaran virus Covid-19. (h01)

  • Bagikan