Kadisdiksu: Kemenkeu Telah Salurkan Dana BOS

  • Bagikan
KEPALA Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Prof Wan Syaifuddin. Waspada/Ist
KEPALA Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Prof Wan Syaifuddin. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemerintah telah mempermudah proses pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler. Laporan dana BOS bisa dilakukan langsung pihak sekolah kepada Kemendikbud Ristek secara online.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Prof Wan Syaifuddin (foto) kepada Waspada, Minggu (10/10), terkait penyaluran dana BOS. Kemudian, sambung, Prof Wan Syaifuddin, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga sudah menyalurkan dana BOS Tahap III Tahun 2021 melalui KPPN masing-masing Provinsi.

Untuk Provinsi Sumatera Utara baru disalurkan lebih kurang 10% dari jumlah sekolah yang ada. “Berdasarkan informasi tersebut dimohon kepada pihak sekolah untuk dapat mengecek dana BOS Tahap III Tahun 2021 pada masing-masing bank dimana sekolah membuka rekening TMT, Senin, 11 Oktober 2021 , ” tegasnya

Prof Wan mengatakan, Satuan Pendidikan tidak dibenarkan mengambil dana BOS Tahap III Tahun 2021 sekaligus, harus sesuai dengan kegiatan yang sudah dilaksanakan. “Jika pencairan terkendala berarti kemungkinan ada laporkan dana BOS dari sekolah ke pusat belum rampung. jika laporan sekolah baik, maka semua akan lancar, ” kata Prof Wan Syaifuddin.

Dia mengatakan, pelaporan sangat penting dilakukan untuk menjaga kedisiplinan. Laporan harus diberikan tepat waktu. “Kalau masih ada sekolah belum menerima pencairan dana BOS, kemungkinan karena laporan belum tepat waktu,” katanya.

        

Prof Wan mengatakan, Kemendikbud Ristek telah menerbitkan skema penyaluran dana BOS 2021 yang tertuang dalam juknis Pengelolaan Dana BOS Reguler 2021.

Sesuai Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021, skema penyaluran dana BOS reguler yakni berdasarkan Pasal 8. 1. Penyaluran Dana BOS Reguler dilakukan secara bertahap dengan ketentuan: a. Penyaluran tahap I dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap II tahun sebelumnya. B. penyaluran tahap II dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap III tahun sebelumnya; dan C. Penyaluran tahap III dilakukan sekolah menyampaikan penyampaian laporan tahap I tahun anggaran berjalan.

Kemudian, katanya, harus dipahami, penyaluran dana BOS Reguler sudah berubah. Sejak tahun 2020 penyaluran dilaksanakan oleh Kemenkeu ke rekening sekolah dengan syarat sekolah harus mengirim laporan melalui bos.kemdikbud.id.

“Mekanisme pencairan dana BOS mulai 2020- 2021 mengalami perubahan. Jika sebelumnya proses pencairan dilakukan melalui dinas pendidikan di daerah kemudian diteruskan ke sekolah, mulai 2021 ini penyaluran langsung dari pusat ke rekening sekolah,” papar Prof Wan. Ia mengatakan, dana BOS merupakan dana pembantu dari pemerintah pusat yang diberikan kepada sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mampu melahirkan SDM yang mampu bersaing di era globalisasi.

Ia mengatakan, dana yang diterima sekolah sebagai pihak pengelola untuk diberikan kepada para peserta didiknya .Untuk itu, kata dia, diharapkan kepada para sekolah penerima dana BOS untuk benar-benar memanfaatkannya sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat, sehingga tepat sasaran karena dana tersebut merupakan hak siswa yang berikan kepada pihak sekolah sebagai penerima.”Saya berharap melalui bantuan biaya pendidikan dari dana BOS ke depannya minat belajar para siswa terus meningkat dan pada akhirnya prestasi mereka juga meningkat sebagai bukti keberhasilan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bersaing hingga kancah internasional,” ujarnya (m19)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *