Juni, Layanan RSK Covid-19 Martha Friska Dihentikan

Juni, Layanan RSK Covid-19 Martha Friska Dihentikan

  • Bagikan
JURU Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah. Terhitung Juni, layanan rumah sakit khusus (RSK) Covid-19 Martha Friska dihentikan. Waspada/Ist
JURU Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah. Terhitung Juni, layanan rumah sakit khusus (RSK) Covid-19 Martha Friska dihentikan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memutuskan bahwa layanan Rumah Sakit Khusus (RSK) Covid-19 Martha Firska tidak lagi diperpanjang atau dihentikan.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, terhitung tanggal 1 Juni 2021 nanti, rumah sakit ini dipastikan sudah menghentikan seluruh aktivitas layanannya bagi pasien Covid-19.

“Bahkan tanggal 20 kemarin, kita tidak lagi menerima pasien baru Covid-19 di RS Martha Friska,” ungkapnya Kamis (22/4).

Katanya, berbeda dengan Rumah Sakit GL Tobing, lanjut Aris, layanan bagi pasien Covid-19 tetap akan terus dilanjutkan. Sebab, jelas dia, rumah sakit ini merupakan milik pemerintah sendiri.

“RS Martha Friska ini kan swasta, dan memang kontraknya tahun lalu telah habis, namun diperpanjang selama enam bulan karena saat itu masih ada pasien,” ujarnya.

Oleh karena itu, agar daya tampung pasien Covid-19 tetap dapat terpenuhi pasca terhentinya kerjasama ini, Aris menerangkan, Pemprovsu terus mensuport rumah sakit swasta yang ada untuk membuka ruang-ruang isolasi baru.

“Hari ini juga, Gubernur telah membuka 20 ruang isolasi baru di Royal Prima, dan RS Haji juga sudah siap kan. Artinya dengan tutupnya layanan di Martha Friska tidak akan mengganggu pelayanan,” terangnya.

Penelitian Terapi

Sejak dimulainya rujukan pasien Covid-19 di Martha Friska pada April 2020 lalu, rumah sakit ini paparnya telah menjadi satu dari dua rumah sakit di Indonesia yang melakukan penelitian terapi Covid-19 bekerjasama dengan Oxford University Inggris.

“Saat ini penelitiannya sudah selesai, dan hasil ilmiahnya tinggal kita tunggu penilaian dari Oxford,” tandasnya.

Sementara itu, terhadap update perkembangan Covid-19 di Sumut, Aris menyatakan diperoleh penambahan 66 kasus baru dari enam Kabupaten/Kota, sehingga akumulasinya naik menjadi 28.875 orang. Dia memaparkan, penambahan terbanyak berasal Medan dengan 31 orang, Deliserdang 18 orang, Taput delapan orang, Samosir empat orang, Batubara tiga orang dan Dairi dua orang.

Sedangkan untuk kasus kesembuhan juga bertambah 66 orang menjadi 25.639 orang yang keseluruhannya diperoleh dari Kota Medan. Berikutnya kasus kematian bertambah satu orang menjadi 953 yang diperoleh dari Serdang Bedagai.(cbud)

  • Bagikan