Waspada
Waspada » Jika Terbukti Hina Ponpes Musthafawiyah Bisa Dipenjara
Medan

Jika Terbukti Hina Ponpes Musthafawiyah Bisa Dipenjara

MEDAN (Waspada): Tindakan penghinaan terhadap Pondok Pesantren Musthafawiyah harus diproses hukum.Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Hukum USU, M Hadyan Yunhas Purba, SH MH, (foto) Rabu (10/2) terkait sejumlah foto yang diduga menghina Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), viral di Medsos.

Disebutkanya, bahwa penghinaan terhadap Pesantren Musthafawiyah melalui gambar/foto yang tidak pantas dan kemudian menyebarkannya ke media sosial dapat diklasifikasikan sebagai tindak pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, dimana perbuatan tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) yang menentukan bahwa: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik diancam dengan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
“Penting untuk dipahami bahwa tindakan penghinaan tersebut tentunya sangat menyinggung perasaan umat islam khususnya para santri dan alumni Pesantren Musthafawiyah, di mana seperti kita ketahui pesantren tersebut memiliki track record yang baik dan sudah banyak menghasilkan berbagai alumni yang berkontribusi bagi negeri ini,”ungkapnya.
Oleh karena itu, sambung dia, Kepolisian Daerah Sumatera Utara harus segera mengusut tuntas kasus tersebut dengan menangkap pelaku yang mengedit dan menyebarluaskan gambar/foto tersebut ke sosial media.
Hal ini untuk memberikan efek jera kepada si pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya dan memberikan pelajaran kepada masyarakat agar tidak melakukan hal yang sama dan berhati-hati dalam bersosial media.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2