Waspada
Waspada » Jangan Ada Lagi STR Dan “Asmara Subuh”
Medan

Jangan Ada Lagi STR Dan “Asmara Subuh”

KASAT Lantas Polrestabes Mesan AKBP Sonny W Siregar didampingi Wakasat Lantas Kompol Effendi Sirait memberikan keterangan kepada wartawan. Kasat meminta jangan ada lagi STR dan "asmara subuh". Waspada/Rudi Arman
KASAT Lantas Polrestabes Mesan AKBP Sonny W Siregar didampingi Wakasat Lantas Kompol Effendi Sirait memberikan keterangan kepada wartawan. Kasat meminta jangan ada lagi STR dan "asmara subuh". Waspada/Rudi Arman

MEDAN (Waspada): Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar menegaskan, jangan ada lagi Sahur On The Road atau STR dan “asmara subuh” saat Ramadhan.

“Jangan ada lagi STR dan “asmara subuh”, karena wabah Covid-19 masih melanda Tanah Air,” kata AKBP Sonny W Siregar, Kamis (23/4).

Menurut Kasat Lantas,  kedua kegiatan itu dipastikan akan terjadi kerumunan warga dan Satlantas Polrestabes Medan akan melakukan penindakan.

Kasat Lantas yang didampingi Wakasat Lantas Kompol Effendi Sirait, juga mengimbau kepada warga untuk tidak mudik.

“Warga kita imbau untuk menunda mudik tahun ini,” katanya.

AKBP Sonny juga menjelaskan, Operasi Ketupat Toba 2020 akan diberlakukan mulai Jumat (24/4) dinihari mulai pukul 00:00 WIB selama 37 hari yang berakhir, 31 Mei 2020.

“Operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan persuasif pada masyarakat. Bagi warga tetap patuhi protokoler Covid-19.

Selalu pakai masker, jaga jarak dan jangan paksakan diri untuk mudik saat wabah virus ini,” jelasnya.

Untuk jumlah titik larangan mudik saat ini, kata Sonny sudah mengusulkan tiga titik. Namun tiga titik ini masih perlu dibahas dalam rapat nanti.

“Kita usulkan ada tiga titik. Namun belom fix dan perlu kita rapatkan lagi,” ungkapnya.

Sudah menjadi tradisi, sehabis salat Subuh di bulan Ramadan puluhan remaja mengambil kesempatan untuk jalan-jalan bersama teman wanita atau pria. Kegiatan itu biasa disebut dengan asmara subuh. (m39)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2