Waspada
Waspada » Jaga Kesehatan Dan Puasa Di Masa Pandemi Covid
Medan

Jaga Kesehatan Dan Puasa Di Masa Pandemi Covid

MEDAN (Waspada): Masjid harus tetap mendisplinkan jamaahnya untuk menerapkan kebiasaan baru protokol  kesehatan dengan memakai masker, mengurangi komunikasi tanpa masker, mencuci tangan serta menjaga imunitas tubuh dengan memakan asupan yang bergizi.

Demikian rekomendasi yang disampaikan Dr dr Delyuzar Haris (Ahli Patoligi Fak.Kedokteran USU), pada Sabtu (17/4) usai shalat subuh dalam kegiatan Inspirasi Tokoh, di Masjid Asy Syafi’iyah Jl Guru Sinumba Raya Medan Helvetia Timur.

Ketua BKM, Ketua BKM Asy Syafi’iyah H Eddy Syofian, Sekretaris H Muhammad Rais dan Ketua PHBI H Purwanto.

Dr Delyuzar menyebutkan, bagi umat Islam panduan untuk menghadapi wabah atau pandemi sudah lama diajarkan oleh nabi Muhammad SAW.

Oleh karenanya, sambung dia,  kepada umat Islam harus meyakini bahwa wabah atau pandemi ini memang ada dan Islam mengajarkan  bila ada wabah harus menghindar dari kawasan itu dan  yang terkena wabah harus diisolasi.

Slogan mengatasi Covid ini adalah : Imun, Aman dan Iman. Imun, menajaga kekebalan tubuh dengan asupan makanan bergizi dan istirahat serta olah raga yang cukup.

Aman,  dengan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan mengurangi kontak fisik. Iman, sebagai umat beragama harus yakin bahwa virus ini mahluk ghoib dan penciptanya adalah yang Maha Ghoib Allah SWT. Selalu berdoa agar virus ini tidak sampai tertular kepada kita,” paparnya.

Di kesempatan itu, dia juga mengapresiasi Masjid Asy Syafi’Iyah yang ketat menerapkan jamaahnya memakai masker, menyiapkan cuci tangan dan sabun di tempat wudhu dan di depan pintu masjid.

“Saya apresiasi karena masih banyak masjid yang abai terhadap protokol kesehatan apalagi di bulan ramadhan jumlah jemaah ke masjid lebih banyak dan di sisi lain angka peningkatan kasus covid di kota medan masih tinggi,” ujar Ketua Majeljs Daerah KAHMI Kota Medan.

Persiapkan Prokes

Menanggapi pertanyaan jamaah tentang rencana pemerintah untuk membuka kembali proses belajar mengajar tatap muka di sekolah,
dia berpendapat bahwa Sumut sebagai salah satu daerah uji coba penerapan proses belajar tatap muka.

“Maka diingatkan kepada seluruh Kadis Pendidikan dan Kepala Sekolah agar benar-benar mempersiapakan penerapan protokol kesehatan bagi siswa maupun guru, termasuk keadaan di lokal, maupun di areal sekolah dan kantin sekolah,” sebutnya.

Menurutnya, sistem tatap muka ini harus metode ” injak rem”, artinya bila kenaikan angka terpapar tinggi sebaiknya tatap muka dihentikan lagi.

Bila sudah menurun bisa di buka kembali.” Ini semua uji coba, termasuk memperiapkan masyarakat, terutama angkutan massal tempat anak-anak sekolah menggunkan transportasi mereka” ujarnya.

Terkait tentang vaksinasi dia menyebutkan vaksinasi itu perlu dan jumlah penggunanya harus lebih banyak persentasenya karena akan mengurangi penularan.

“Vaksin ini gunanya menambah imunitas dari kekebalan virus, sehingga program ini harus terus berjalan,”pungkasnya.(m22)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2