Waspada
Waspada » Jadikan Sekolah Sebagai Rumah Dan Rumah Sebagai Sekolah
Medan

Jadikan Sekolah Sebagai Rumah Dan Rumah Sebagai Sekolah

GURU besar Unimed, Prof Syawal Gultom. Dia meminta jadikan rumah sebagai sekolah dan sekolah sebagai rumah. Waspada/Ist
GURU besar Unimed, Prof Syawal Gultom. Dia meminta jadikan rumah sebagai sekolah dan sekolah sebagai rumah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kondisi Covid-19 hingga ini tidak tahu kapan berakhirnya. Karenanya, kita akan terus bekerja jadikan rumah sebagai sekolah dan sekolah sebagai rumah.

“Jadikan sekolah sebagai rumah dan rumah sebagai sekolah agar anak didik merasa nyaman dalam proses belajarnya,” kata Guru Besar, Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Syawal Gultom (foto).

Hal ini disampaikan Prof Syawal terkait forum penyusunan Panduan Optimalisasi Peran Orangtua dalam Mendampingi Anak Belajar dari Rumah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang A Biro Rektor Unimed, Jumat (7/8).

Disebutkan Prof Syawal, sejak tahun 80-an telah ditegaskan pendidikan terbagi atas pendidikan formal, informal, dan non-formal.

Juga ditegaskan bahwa keluarga juga merupakan lembaga pendidikan yang dideklarasikan secara resmi oleh pemerintah.

Namun dalam perjalanannya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama ini belum pernah secara maksimalkan dilakoni.

Oleh karena itu masa pandemi Covid-19 mengharuskan sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk menegaskan kembali peran keluarga/rumah sebagai sekolah bagi anak- anak mereka,” katanya.

Sekaligus menggugah dan mendorong para orang tua untuk berperan aktif dalam pelaksanaan PJJ.

Tanpa sinergi antara rumah dan sekolah, atau guru dan orang tua, PJJ tidak akan berjalan secara optimal.

Bahkan sulit mencapai keberhasilan dari proses pembelajaran online yang dilakukan.

“Memang kita harus akui, untuk tingkat SD yang dominan arah pembelajarannya pada tataran pembentukan karakter,” ujarnya.

Namun dengan kondisi pandemi yang menuntut semua pihak harus melaksanakan PJJ, jika proses pembelajaran yang dilakukan didukung oleh semua unsur yang melingkupi PJJ ini.

Seperti guru, orang tua dan siswa dapat bersinergi secara maksimal. Pastinya akan menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai harapan bersama.

Inisiatif Kadis

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang A Biro Rektor Unimed itu merupakan inisiatif dua kepala dinas.

Masing-masing Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan, S.Pd, MM dan Kepala Dinas Pendidikan Batubara Ilyas Sitorus, SE, M.Pd.

Mereka meminta advokasi UNIMED atas draft yang telah disusun baik dalam pelaksanaan PJJ maupun optimalisasi peran orangtua dalam mendampingi anak belajar dari rumah.

Setelah mendengarkan paparan para Kepala Dinas dan tim, Prof Syawal Gultom menegaskan diperlukan langkah-langkah lanjutan.

Yakni melegalitasformalkan peran pendampingan orangtua dalam program belajar dari rumah  (BDR).

Kemudian, lanjutnya, menyusun panduan bagi siswa, orangtua, dan guru tentang materi-materi ajar dari kurikulum yang telah diadaptasi.

Dan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melakukan perbaikan/penyempurnaan yang terus menerus.

Gagasan ini didukung sepenuhnya oleh Jafaruddin Harahap SPd M Si, anggota Komisi E DPRD Sumut.

Jafar dengan tegas mendorong Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk menyusun program dan anggaran yang diperlukan untuk keberhasilan program BDR ini.

Di awal kegiatan, Prof Sri Minda Murni, M.S. menyampaikan sejumlah FGD pendahuluan yang telah digagasi Bidang Pendidikan MW Kahmi Provinsi Sumut.

Beliau telah mengundang, menggugah, dan akhirnya mengantarkan para Kepala Dinas untuk sampai pada penyusunan draft yang disajikan pada forum ini.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Rimbananto, Government Relation Tanoto Foundation Provsu, yang memaparkan Panduan Orangtua dalam melakukan Pendampingan BDR yang dapat dijadikan sebagai inspirasi. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2