Waspada
Waspada » Istri Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Minta Suami Ditangguhkan
Medan

Istri Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Minta Suami Ditangguhkan

Keluarga dari terdakwa membentangkan poster yang berisi permohonan keadilan atas terdakwa Ahmad Faisal Nasution. Waspada/Rama Andriawan
Keluarga dari terdakwa membentangkan poster yang berisi permohonan keadilan atas terdakwa Ahmad Faisal Nasution. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Sarianna Harahap, istri terdakwa kasus pencemaran nama baik, mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (15/3).

 

Bersama anak-anaknya, mereka membawa poster yang meminta keadilan hukum atas suaminya Ahmad Faisal Nasution yang didakwa melanggar Undang-undang ITE.

 

Warga Jl Bajak 3 Kec Medan Amplas ini, berharap agar Ketua PN Medan mengalihkan penahanan suaminya itu.

 

“Kepada bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan mohon kepada bapak menerim permohonan pengalihan penahanan suaml saya,” ucap Sarianna dalam surat tertulis yang dibacakannya.

 

Menurut Sarianna, alasan suaminya dialihkan penahannnya dikarenakan suaminya saat ini sedang sakit paru-paru dan masih dalam masa pengobatan. Apalagi, suaminya juga merupakan tulang punggung keluarga.

 

“Saat ini di masa sulit pasca Covid-19 yang melanda, saya mohon keadilan dalam perkara kasus pencemaran nama baik yang tidak pernah di mediasikan oleh penyidik,” ujarnya.

 

Ia menduga kasus suaminya itu, terkesan sengaja dicari kesalahannya. Apalagi, menurutnya, selama proses kasus itu, tidak ada dimintai keterangan dari saksi yang meringankan.

 

Sementara, berdasarkan dakwaan jaksa diketahui, suami Sarianna Harahap itu didakwa melanggar Undang-undang ITE, terkait pencemaran nama baik terhadap korban Ali Azrizal.

 

Postingan

 

Kasus itu berawal 12 Agustus 2020 sekira pukul 06.24, terdakwa Ahmad Faisal Nasution melakukan postingan pada akun Facebook atas nama Bob Faisal Forsu miliknya.

 

Postingan itu, ia menyindir soal pertemuan pemborong berinisial AR dengan oknum di Kejatisu.

 

Ia juga menyinggung soal proyek dan membuat tagar agar menangkap pemborong makelar proyek.

 

Dalam postingan tersebut, terdakwa menampilkan sebuah foto seseorang berbadan gemuk dan tanpa kepala yang sedang memegang nasi bungkus.

 

Foto tersebut adalah foto saksi korban Ali Azrizal yang diambil terdakwa dari akun facebook atas nama Ashari Sinik.

 

Kemudian ia sengaja melakukan pengeditan dengan cara memotong (meng-crop) foto tersebut, sehingga tidak hanya nampak bagian tubuh dan tanpa kepala agar orang yang membaca atau melihat postingan tersebut tidak mengenali siapa sebenarnya orang yang ada di dalam foto tersebut.

 

Akibat postingan terdakwa, menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan penilaian negatif orang lain pada saksi Ali Azrizal, karena nama baik saksi menjadi tercemar dan menimbulkan kebencian orang lain kepada saksi Ali Azrizal. (m32).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2