IDI Medan Sudah Panggil Dua Oknum Dokter Kasus Dugaan Vaksinasi Kosong

  • Bagikan
SEKRETARIS Ikatan Dokter Indonesia Kota Medan, Ery Suhaemi. Waspada/ist
SEKRETARIS Ikatan Dokter Indonesia Kota Medan, Ery Suhaemi. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan sudah memanggil dua oknum dokter terkait dugaan kasus vaksinasi kosong kepada siswa di SD Kecamatan Labuhan Kota Medan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kota Medan, Ery Suhaemi pada Kamis (27/1).

“IDI sudah mulai memanggil dan investigasi dokter dan perawat itu namun belum sampai ke sidang kode etik itu,” katanya.

Sejauh ini dikatakan Ery pihaknya masih mengumpulkan informasi dan berkas bukti-bukti dari pihak yang terlibat.

“Kita masih mengumpulkan berkas dan bukti-bukti setelah cukup baru kita serahkan kepada Majelis Kedokteran ( MK),” tuturnya.

Menanggapi kenapa kasus dua oknum dibawa kepolisian bukan ke IDI dulu Ery menerangkan bahwa dalam kode etik kedokteran ada tiga norma jika ada nakes yang bermasalah.

“Jadi gini dalam pelayanan kedokteran itu dokter terikat dalam tiga norma disiplin, etik dan jujur. Dimana ketiga itu memiliki jalur masing-masing,”ucapnya.

“Jika itu etik baru diserahkan ke organisasi profesi dan kita sudah mulai memasuki tahap itu dan ini lagi di proses,” ucapnya.

Untuk temuan pemberkasan yang didapatkan sejauh ini Ery enggan menjawab.

“Kalau temuan ada tapi itu lebih ke internal nanti Majelis Kedokteran yang akan menyampaikan usai pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin dokter G melalui kuasa hukumnya membantah atas tuduhan penyuntikan vaksin kosong. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.