Waspada
Waspada » Ibadah Haji 2021 Belum Pasti, Husni Mustafa Desak Pemerintah Lobi Kerajaan Saudi
Medan

Ibadah Haji 2021 Belum Pasti, Husni Mustafa Desak Pemerintah Lobi Kerajaan Saudi

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, HM Husni Mustafa SE MM. Ibadah haji belum pasti, Husni desak pemerintah lobi Kerajaan Saudi. Waspada/Ist
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, HM Husni Mustafa SE MM. Ibadah haji belum pasti, Husni desak pemerintah lobi Kerajaan Saudi. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, HM Husni Mustafa SE MM (foto) mendorong pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk melobi Kerajaan Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz agar Arab Saudi dapat memprioritaskan penyelenggaraan ibadah haji 2021 untuk jemaah asal Indonesia.

“Kalau sampai tahun ini kita tidak memberangkatkan jemaah haji, sementara negara lain bisa memberangkatkan haji, saya kira itu sesuatu yang tidak baik buat negara kita. Intinya harus adalah kuota dari Indonesia” kata Husni Mustafa, Senin (5/4).

Terlebih, Husni menilai bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang calon jemaah haji tertinggi atau terbesar di Tanah Suci.

“Meski tidak 100 persen seperti biasa. Namun harus dimaksimalkan lah Jemaah yang berangkat dari Indonesia ke tanah suci. Dan saya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI mendesak itu,” tambah Husni, yang juga Ketua DPP Aceh Sepakat.

Husni tetap yakni meyakini bahwa hingga kini pemerintah memang sudah melakukan koordinasi untuk mengupayakan pelaksanaan ibadah haji 2021. Akan tetapi, ia mengatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini dapat terlaksana ketika Arab Saudi memberikan kepastian.

“Kami meyakini bahwa pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan sangat baik. Tinggal kita menunggu kepastian dari Saudi Arabia, kalau tidak ada kepastian kan kasihan juga Jemaah Indonesia. Karena harus ada persiapan yang dilakukan,” ujarnya.

Tidak Naikkan ONH

Di sisi lain, Husni juga meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak menaikkan Ongkos Naik Haji (ONH) meski di tengah pandemi Covid-19.

“Saya tahu ini masa pandemi, pastinya akan ada dana tambahan seperti untuk swab, antigen, dan lainnya. Lalu, kalau biasanya satu kamar empat orang, karena Covid-19 jadi dua orang sekamar,” kata Husni.

“Tapi saya mendesak pemerintah agar tidak membebankan itu semua kepada Jemaah. Kenapa? Karena ada dana talangan haji yang dikelola, jadi itulah yang dipakai,” tutupnya. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2