Waspada
Waspada » IAKMI Sampaikan 4 Faktor Penting Ke Walikota Medan
Medan

IAKMI Sampaikan 4 Faktor Penting Ke Walikota Medan

KETUA IAKMI Sumut bersama sejumlah pengurus saat beraudensi yang diterima Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman di Balai Kota pada Selasa (16/3). IAKMI sampaikan 4 faktor penting ke Walikota Medan. Waspada/ist
KETUA IAKMI Sumut bersama sejumlah pengurus saat beraudensi yang diterima Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman di Balai Kota pada Selasa (16/3). IAKMI sampaikan 4 faktor penting ke Walikota Medan. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ( IAKMI ) Sumut melakukan Audensi kepada Walikota Medan, Bobby Afif Nasution pada Selasa (16/3).

Pada audensi yang diterima oleh Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman itu, Ketua IAKMI Sumut, Destanul Aulia menyampaikan beberapa faktor yang menjadi fokus pada bidang kesehatan di Kota Medan.

“Kita Fokus pada 4 faktor yang pertama faktor lingkungan, kedua faktor prilaku dan ketiga adalah faktor pelayanan kesehatan, lalu faktor genetik dalam hal ini AKMI lebih fokus pada promotif dan preventif,” Yang disampaikan Destanul Aulia pada Rabu (17/3)

Bahkan mereka menyampaikan bahwa ada beberapa masalah di kota Medan diantaranya terkait covid-19. Kota Medan merupakan rangking tertinggi penderita maupun tingkat kematiannya sehingga target vaksin kota Medan sebutnya harus segera dikejar.

“Harusnya vaksinasi di Medan bisa ranking pertama dibandingkan dengan kabupaten atau kota yang lain karena Medan adalah barometer Sumut,” katanya.

Dalam audensi itu ia juga menuturkan bahwa salut dengan Walikota Medan, Bobby Afif Nasution yang sejak dilantik banyak turun kelapangan untuk melihat langsung apa-apa yang perlu dibenahi di Kota Medan ini.

Tindakan Prmotif

Selanjutnya kepada Aulia Rachman ia juga menyampaikan terkait penyakit tidak menular. Untuk pemyakit ini yang paling tinggi di Medan adalah penyakit hipertensi, kedua diabetes dan penyakit menular paling tinggi diare.

Tindakan promotif dan preventif adalah solusi mengatasi persoalan-persoalan kesehatan tersebut.
Khusus soal covid-19 pihaknya akan menguatkan seluruh kelurahan dan kecamatan sehat dan tangguh di kota Medan. Untuk itu pihaknya berharap untuk segera ada MOU antara IAKMI dan Pemko Medan yang dalam hal ini IAKMI akan membuat projek di 5 kecamatan.

“Kita akan buat projek di 5 kecamatan di Medan, kami akan menggerakkan masyarakat,” tegas Destanul.
Menanggapi ini, Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman mengatakan Pemko Medan memiliki tagline Kolaborasi yang berarti membuka pola pikir agar tidak ada lagi ego sektoral.

Untuk itu Pemko Medan mengajak Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sumut berkolaborasi dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dalam beraktifitas.

Dijelaskan Aulia Rachman dalam penanganan Covid-19, Pemko Medan memiliki pola terbalik yakni memfokuskan untuk menghidupkan kembali UMKM Khususnya di 151 kelurahan yang nantinya akan menjadi sentra usaha. Jika ini sudah berhasil maka kita akan mengedukasi masyarakat terkait Covid-19 dan mengajak untuk mentaati Protokol Kesehatan.

“Masyarakat saat ini butuh makan, untuk itu sektor perekonomian kita bangkitkan agar kembali pulih. Sejalan dengan itu kita lakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Covid-19 dan ikut mensukseskan Pelaksanaan Vaksinasi. Dengan pola ini saya optimis kita dapat bersama-sama dapat melewati musibah ini.

Untuk itu, IAKMI Diharapkan berperan juga dalam mengedukasi masyarakat,” katanya.

Kemudian Wakil Wali Kota juga menjelaskan, Pemko Medan saat ini berkomitmen untuk menjadikan Puskesmas sebagai pusat tracing atau pendataan awal penyakit apa yang diderita masyarakat. Sebab selama ini Puskemas dinilai hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan untuk warga menengah ke bawah.

“Di masa Pandemi Covid-19 Puskesmas sangat dibutuhkan dalam rangka tracing agar dapat bisa mengetahui dan mendeteksi dengan cepat penyakit apa yang diderita masyarakat. Sebab Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang paling depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga dipenghujung audensi, destanul Aulia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan olimpiade melawan covid-19 di Kota Medan dengan memperebutkan piala Walikota Medan. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2