Waspada
Waspada » Hingga Oktober 2020 Capaian KB Di Sumut 68,9 Persen
Medan

Hingga Oktober 2020 Capaian KB Di Sumut 68,9 Persen

TEMAZARO Zega yang didampingi Sekretaris Yusrizal Batubara saat memaparkan capaian KB di Sumut. Hingga Oktober 2020 capaian KB di Sumut 68.9 [ersen. Waspada/Anum Saskia
TEMAZARO Zega yang didampingi Sekretaris Yusrizal Batubara saat memaparkan capaian KB di Sumut. Hingga Oktober 2020 capaian KB di Sumut 68.9 [ersen. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Hingga bulan Oktober tahun 2020, capaian program Keluarga Berencana (KB) baru 68,9 persen.

Hal itu diungkap Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Drs Temazaro Zega saat berlangsungnya evaluasi kinerja PKB di Sumut, Selasa (8/12) bersama para wartawan unit BKKBN yang juga dihadiri Sekretaris perwakilan BKKBN Sumut Yusrizal.

Lebih lanjut Temazaro Zega menyebutkan, capaian KB di Sumut baru sampai Oktober baru 68,9 persen.

Dan diharapkan bisa naik ke 90 persen. Namun, untuk Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) khusus Metoda Operasi Pria (MOP) mencapai 170 persen, bahkan Sumut juara 1 se- Indonesia KB MOP Vasektomi.

Temazaro Zega yang didampingi Sekretaris Yusrizal Batubara dan Humas Ari Armawan juga menyampaikan, tahun 2021, disediakan biaya penggerakan KB melalui BOKB (Bantuan Operasional Keluarga Berencana). Selain itu menyiapkan Pil KB yang tidak menggangu ASI dan menyediakan Alat Kontrasepsi (Alkon) Implan yang satu batang.

“Biaya tersebut langsung dari pusat kepada Organisasi Pemerintah Daerah atau Pemda/Pemko masing masing. Semuanya harus bersinergi dengan Pemprov, Pemda agar menggunakan dana Bangga Kencana itu,” tambahnya.

Menurutnya, penganggaran tersebut langsung ke Kab/Kota, sedangkan perwakilan BKKBN Sumut hanya membantu stimulus untuk program Bangga Kencana.

“Tetapi BKKBN Provinsi tetap akan melihat apa yabg dikerjakan di daerah, apakah sudah sesuai dengan juknis,”paparnya sembari menyebutkan capaian keberhasilan pelaksanaan KB tidak terlepas dari peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Sebelumnya, Sekretaris perwakilan BKKBN Sumut Yusrizal mengatakan, untuk PKB dilakukan pengembangan kompetensi berupa pendidikan dan pelatihan. Melaksanakan kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan sosial kultural. Memberikan tunjangan kinerja bagi PKB

“Kita tingkatkan dengan kompetensi tehnis, media sosial dan lainnya. Kita buat pelatihan virtual saat ini. Mereka diajarkan bagaimana menyusun pelaporan, juga ada kursus dan magang bagi PKB,” katanya.

Menurutnya, Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural kepada PKB, termasuk inovatif, buat perencanaan yang baik. Berintraksi sosial, membangun hubungan kerja dan pencarian informasi. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2