Waspada
Waspada » Harus Ada Penelitian Masker Kain Hanya Bisa Digunakan Di Rumah
Medan

Harus Ada Penelitian Masker Kain Hanya Bisa Digunakan Di Rumah

MASKER COVID-19. Harus Ada penelitian masker kain hanya bisa digunakan di rumah. Ilusrasi
MASKER COVID-19. Harus Ada penelitian masker kain hanya bisa digunakan di rumah. Ilusrasi

MEDAN (Waspada): Masker saat ini merupakan alat pelindung yang efektif untuk menghindarkan dari penularan covid-19. Namun, sejak hadirnya covid-19 ini ada aturan dari pemerintah yang mengatur jenis masker apa yang bisa digunakan.

Berdasarkan standarnya ada 3 jenis masker yang diperolehkan yaitu masker N95, masker medis dan masker kain.

Khusus masker kain belakangan dianjurkan agar tidak digunakan di ruang publik karena dinilai kurang efektif. Hal ini Dikatakan sebelumnya oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting yang dilansir di sejumlah media masa.

Padahal jenis masker ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain mudah ditemukan juga sangat hemat. Karena masker kain bisa di reduce (dipakai ulang).

Bahkan Juru bicara Satuan Tugas (satgas) Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris pada Senin (22/2) malah menyarankan agar masyarakat umum menggunakan masker kain agar berhemat. Meski ia menegaskan jika menggunakan masker kain harus menggantinya 4 jam sekali dan tiga lapis.

“Sebaiknya masyarakat menggunakan masker kain agar hemat, itukan bisa di reduce tapi saat menggunakannya harus diganti 4 jam sekali,” katanya.

Menanggapi ini, Pengamat Kesehatan Sumut, Dr  Umar Zein, DTM&H, Sp.PD, KPTI mengatakan, perlu ada penelitian ketika mengatakan bahwa masker kain tidak dapat digunakan diruang publik.

Jika ada penelitian yang dilakukan oleh tim satgas penanganan covid-19 terkait ini sebaiknya diumumkan ke publik sehingga masyarakat menjadi tau.

“Harus ada penelitian tentang efektifnya penggunaan masker kain, scuba, medis dan masker N95 dalam efektivitasnya dalam penurunan penularan covid-19. Jika ada penurunan kasus covid-19 karena menggunakan masker tertentu ini baru bagus. Dan langsung la di publikasikan,” kata Umar Zein.

Penelitian

Hal senada juga dikatakan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD mengatakan setuju jika mengeluarkan kebijakan harus dilakukan penelitian.

Namun ia juga mengatakan bahwa setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah pasti ada dasarnya.

Katanya, memang penggunaan masker kain itu harus di cuci dan dibersihkan, kadang masyarakat abai dan lalai jadi masker itu dipakai hanya sebagai simbol.

Jadi seperti Pelayanan kesehatan itu harus bermutu, sehingga menggunakan masker itu juga harus yang bermutu jangan hanya sekedar simbol, lanjutnya.

Dia menegaskan pihaknya setuju dengan anjuran pemerintah namun ia meminta jika mengeluarkan anjuran itu juga harus melihat kondisi sekitar.

Seperti saat ini, masyarakat kurang mampu membeli masker medis atau yang standar, maka disarankannya pemerintah sebaiknya membantu dengan memberikan masker ke masyarakat kelompok susah. Seperti pedagang kaki lima, atau kelompok bawah lainnya.

“Kalau mau menganjurkan itu harus melihat prasarannya, komunikasinya,” ujarnya.

Terkait penelitian, memang ditegaskannya, sampai saat ini belum ada penelitian terkait efektivitas jenis masker dalam penurunan angka covid-19.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi protokol covid-19 sesuai anjuran yang dibuat pemerintah.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2