Waspada
Waspada » Hariyanto Dukung Gelar Pahlawan Nasional Syekh Muhammad Arsyad Thalib Lubis
Medan

Hariyanto Dukung Gelar Pahlawan Nasional Syekh Muhammad Arsyad Thalib Lubis

Dr H Hariyanto, Lc, MA (masker putih) berfoto bersama tim adhoc . Haryanto dukung pemberian gelar pahlawan nasional untuk Tuan Syeikh H Muhammad Arsyad Thalib Lubis. Waspada/Ist
Dr H Hariyanto, Lc, MA (masker putih) berfoto bersama tim adhoc . Haryanto dukung pemberian gelar pahlawan nasional untuk Tuan Syeikh H Muhammad Arsyad Thalib Lubis. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut, Hariyanto dukung gelar pahlawan nasional untuk Syekh Muhammad Arsyad Thalib Lubis.

Hariyanto dukung gelar pahlawan nasional Syekh Muhammad Arsyad Thalib Lubis dan PKS segera membahas langkah-langkah berikutnya.

“Secara pribadi, saya sangat mendukung pemberian gelar nama pahlawan nasional kepada beliau,” ujar Hariyanto.

Hal ini disampaikan Hariyanto saat menerima kunjungan dari Tim Adhoc Pengusulan Gelar Nama Pahlawan Nasional Tuan Syekh H Muhammad Arsyad Thalib Lubis Provinsi Sumatera di kantor DPW PKS Sumut, Jl Kenanga Raya No 51, Rabu (2/9).

Dalam pertemuan tersebut, Yogi Wijaya yang merupakan perwakilan tim adhoc menyampaikan bahwa mereka perlu dukungan resmi dari PKS dalam pengajuan nama gelar pahlawan nasional.

“Ini merupakan salah satu syarat yang diperlukan untuk pengajuan,” katanya.

Diketahui, Muhammad Arsyad Thalib Lubis adalah seorang ulama kelahiran Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Oktober 1908.

Selain dikenal sebagai ulama, beliau juga dikenal sebagai penulis dan tokoh pendiri Al Jam’iyatul Washliyah atau Al Washliyah, salah satu organisasi Islam di Indonesia yang didirikan 30 November 1930.

Sejak berdirinya organisasi Al Jam’iyatul Washliyah, Tuan Arsyad menjadi anggota Pengurus Besar Al Washliyah sampai 1956.

Meski tidak berada dalam kepengurusan lagi, Syekh Arsyad tetap aktif memberikan sumbangan pikiran dan tenaga dalam kegiatan yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Dakwah

Puluhan ribu orang dari Tanah Batak dan Karo, Sumut, masuk Islam berkat dakwahnya. Kini, tercatat sudah ada ribuan sekolah di Indonesia di bawah naungan Al Washliyah mulai dari Aceh hingga Maluku.

Lebih lanjut, dalam perjuangan kemerdekaan beliau turut andil sesuai dengan bidangnya. Untuk membangkitkan semangat jihad melawan penjajah, beliau menulis buku Tuntunan Perang Sabil.

Syekh Arsyad aktif juga aktif mengajar pada beberapa Madrasah Al Washliyah di Aceh maupun di Medan dari tahun 1926-1957.

Pernah mengajar di Sekolah Persiapan Perguruan Tinggi Islam Indonesia di Medan (1953-1954), menjadi Guru Besar Ilmu Fiqh dan Usul Fiqh pada Universitas Islam Sumatera Utara-UISU (1954-1957).

Dia juga pernah jadi dosen tetap pada Universitas Al Washliyah (UNIVA) sejak berdirinya universitas itu (1958) hingga akhir hayatnya.

Menanggapi hasil penelitian dan penelusuran sejarah yang telah dihimpun oleh tim adhoc bentukan Al Washliyah Sumut itu, Hariyanto menyampaikan apresiasi atas usaha yang dilakukan tim adhoc.

Setelah pertemuan itu, ia menuturkan bahwa pihaknya akan segera membahas pengajuan tersebut.

“Saya bersama pengurus wilayah PKS Sumut akan segera membahas perihal pengajuan gelar nama Pahlawan Nasional kepada Tuan Syekh H Muhammad Arsyad Thalib,” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2