Waspada
Waspada » Harian Waspada Juara II Anugerah Media Massa Peduli Bahasa Tahun 2020
Headlines Medan

Harian Waspada Juara II Anugerah Media Massa Peduli Bahasa Tahun 2020

MEDAN (Waspada): Harian Waspada meraih Juara II Anugerah Media Massa di Sumatera Utara tahun 2020 diberikan Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Media Massa Peduli Bahasa Tahun 2020 (Kategori Umum). Penyerahan Anugerah bersamaan Diskusi Gelar Wicara di Hotel Le Polonia Medan, Selasa (25/8).

Kegiatan digelar Balai Bahasa Sumatera Utara, dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI juga menghadirkan narasumber dari Dewan Pers, Pemprovsu serta para seniman dan budayawan.

Kegiatan yang sangat ketat dengan protokol Covid-19, dilaksanakan pukul 08:30 s/d 12:00 WIB.

Gelar Wicara dan Penghargaan Media Massa Peduli Bahasa ini dibuka langsung secara virtual oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof E Aminudin Azis, MA., PhD.

Selain Harian Waspada, penghargaan juga diberikan untuk sejumlah pers kampus dan para penulis produktif di Sumut.

Peran Media Sangat Penting

Kepala Bahasa Sumatera Utara, Maryanto, dalam keterangan menyebutkan, peran media sangat penting dalam penyebaran bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Apalagi Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi yang pernah melaksanakan Kongres Bahasa Indonesia.

“Maka,sebagai upaya menyegarkan kembali memori kolektif bangsa bahwa pernah ada Kongres pertama setelah Proklamasi NKRI RI yaitu Kongres Bahasa Indonesia tahun 1954 di Medan, Balai Bahasa Sumatera Utara rencananya akan menggelar Kongres Bahasa di Barus atau Medan, Sumatera Utara tahun 2023 mendatang,”katanya.

Kata dia, dengan rencana itu diharapkan akan menyegarkan kembali tantangan kebahasaan kita, dimana Bahasa Indonesia saat ini diketahui dan diakui oleh dunia Internasional berasal atau lahir dari bahasa melayu yang cikal bakalnya itu ada di Selat Malaka.

“Padahal latar belakang sejarah Bahasa Indonesia melalui pers pergerakan di Sumut dan jauh sebelum abad 20, peradaban Melayu itu ada di Sumatera Utara yakni di titik nol peradaban islam nusantara di Barus. Ini perlu kita mutakhirkan pengakuan dunia internasional mengenai keberadaan Bahasa Indonesia,” tegas Maryanto.

Disebutkannya juga, digelarnya kongres bahasa Indonesia ini urgensinya agar dunia Internasional mengaku pemilik Bahasa melayu yang melahirkan Bahasa Indonesia menjadi identitas Bahasa Indonesia itu adalah Indonesia, dan itu ada di Sumut.

“Ini menjadi alasan kuat mengapa Balai Bahasa akan melakukan Kongres Bahasa Indonesia dan akan mendorong Sumut menjadi tuan rumah. Kongres ini juga dilakukan untuk menunjukkan dimata Internasional peningkatan dan fungsi Bahasa Indonesia,”ujarnya.

Saat ditanya lokasi kegiatan Kongres Bahasa Indonesia.

Dia menyebutkan rencananya akan dilaksanakan di Barus (Tapanuli Tengah) atau di kota Medan.

Namun jika diselenggrakan di Barus,kegiatan sekaligus mengukuhkan Barus sebagai Titik Nol kerakyatan.

“Sumatera Utara ini gudangnya tokoh sastra dan bahasa. Kita akan usulkan agar para tokoh yang berjasa dalam lahirnya bahasa Indonesia mendapatkan penghargaan yang layak oleh negara, dan juga diharapkan mereka menjadi pahlawan nasional. Seperti Sanusi Pane yang memiliki peran langsung di dalam pergerakan melahirkan Bahasa Indonesia,”paparnya.

Sejak Pergerakan Kemerdekaan

Ketua panitia kegiatan, Anharuddin Hutasuhut menyebutkan Gelar wicara ini hadir untuk mengupas fungsi pers dalam menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia.

Kata dia, sejak masa pergerakan kemerdekaan, surat kabar yang terbit di Sumatera Utara sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai media perjuangan kebangsaan.

Surat kabar Benih Merdeka dan Perwata Deli merupakan bukti sejarah pers di Sumut sudah menggeliat sejak masa kemerdekaan.

Dan salah satu tokohnya adalah Parada Harahap.

Surat kabar itu pun berandil besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang kita gunakan saat ini.

“Gelar wicara ini hadir untuk mengupas fungsi pers dalam menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia,” katanya.

Turut memberikan pemaparan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh Asep Setiawan Anggota Dewan Pers dan Salman Tanjung selaku Kasubag Hubungan Antar Lembaga Biro Humas dan Keprotokolan. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2