Hambat Penyebaran Virus Baru, Sumut Harus Waspadai Warga Asing

Hambat Penyebaran Virus Baru, Sumut Harus Waspadai Warga Asing

  • Bagikan
Akademisi Farmasi Sumut, Drs Djamidin Manurung MSi
Akademisi Farmasi Sumut, Drs Djamidin Manurung MSi

MEDAN (Waspada): Varian baru Corona B117 asal Inggris yang dinyatakan sudah masuk di Indonesia harus segera dihambat penyebarannya. Apalagi Jenis varian ini disebut-sebut lebih cepat menular 40-70 persen.

Akademisi Farmasi Sumut, Drs Djamidin Manurung MSi, Apt mengatakan bahwa masuknya virus yang sangat cepat penularan ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah Sumatera Utara (Sumut). Salah satu menghambatnya dengan berhati-hati terhadap masuknya warga asing terutama yang berasal dari Inggris.
“Sumut tentu tetap harus berhati hati juga terhadap warga negara asing terutama dari Inggris,” ungkap Djamidin Manurung pada Jumat (5/3)
Selain itu , katanya Sumut Tentunya harus mengikuti perkembangan apa yang ditresing oleh pemerintah pusat supaya virus itu tidak  menyebar di Sumut. Selain itu tegasnya  Protokol kesehatan dimasyarakat  harus di gencarkan.
“Walaupun sudah divaksinasi harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Artinya meski sudah divaksin bukan berarti kebal,” katanya.
Virus baru ini muncul katanya karena terjadi mutasi atau virus yang bermutasi sehingga muncul varian-varian baru. Namun, untuk kepastian, saat ini katanya sedang dilakukan penelitian oleh beberapa ahli untuk mengetahui ada berapa varian virus yang ada saat ini.
“Kita harus hati-hatila karena yang utama  penularan yang lebih cepat itu yang perlu hati-hati,” katanya.

Vaksinasi

Hal terpenting lainnya adalah pemerintah Sumut harus meningkatkan vaksinasi, karena itu bisa memutuskan rantai  covid-19 maupun virus mutasi Corona itu.
“Pemprovsu harus cepat sesuai vaksin yang tersedia. Terutama yang prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, terkait virus baru ini, bahwa beberapa hari lalu Presiden RI, Jokowi mengkonfirmasi Bahwa varian baru virus Corona yaitu B117 dari Inggris telah ditemukan di Indonesia. Mutasi virus corona itu  disebut-sebut berpotensi lebih mudah menular dan berbahaya.
Seperti diketahui sebelumnya temuan varian baru ini berawal dari pemeriksaan terhadap 462 virus SARS-CoV-2 yang beredar di Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir.
Dari sana ada dua kasus terdeteksi, yaitu dua warga Karawang, Jawa Barat usai melakukan perjalanan internasional menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways.(cbud)
  • Bagikan