Waspada
Waspada » Guru SD Terharu Diberangkatkan Umroh Oleh Mhd Syafii
Headlines Medan

Guru SD Terharu Diberangkatkan Umroh Oleh Mhd Syafii

MHD Syafii (kiri) memberangkan Ibrahim, guru SD untuk menunaikan umroh gratis.
MHD Syafii (kiri) memberangkan Ibrahim, guru SD untuk menunaikan umroh gratis.

MEDAN (Waspada): Bakal Calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Medan, Dr Drs H Mhd Syafii, SH, MH, MSi memberangkatkan Ibrahim, SHi, guru agama SD di Yayasan Pendidikan Islam Asy Syafi’iyah Internasional Medan untuk menunaikan umroh (umrah) ke tanah suci Makkah.

Ibrahim yang sudah hampir 5 tahun mendidik anak-anak SD di sekolah tersebut mengaku sangat terharu. ‘’Alhamdulillah, saya tidak menyangka dan sangat terharu bisa berangkat besok (5 Januari 2020-red) ke Baitullah,’’ ucap Ibrahim, Sabtu (4/1/2020).

Ibrahim, yang selama ini belum pernah menunaikan haji maupun umroh mengaku senang, sebab apa yang diimpikannya selama ini untuk mencium Ka’bah bakal terwujud. ‘’Terima kasih Pak Syafii. Semoga Allah SWT membalas budi baik bapak,’’ tuturnya.

Ibrahim juga menyebutkan Mhd Syafii merupakan sosok panutannya. ‘’Pak Syafii seperti orangtua kami sendiri. Semoga apa yang diniatkannya dikabulkan dan segala urusan serta usahanya dimudahkan. Saya akan berdoa di Baitullah agar sekolah yang dikelola Pak Syafii ini maju dan niat Pak Syafii menjadi Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Medan dihijabah. Amin Ya Rabbalalamin,’’ ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Mhd Syafii berharap kepada Ibrahim dapat juga mendoakan rekan-rekannya sesama guru yang belum pernah berangkat umroh agar bisa berangkat nantinya. ‘’Rutin setiap tahun, sekolah ini memberangkatkan umroh secara gratis untuk para guru. Mudah-mudahan kita semua selalu menjadi orang-orang yang beriman,’’ sebut Mhd Syafii.

Mhd Syafii menambahkan jika dirinya terpilih menjadi Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Medan kelak, kesejahteraan guru merupakan hal utama diperhatikan. ‘’Untuk Kota Medan bukan mustahil guru-guru dapat menerima insentif Rp2 hingga Rp3 juta per semester. Jadi satu tahun guru negeri maupun swasta mendapatkan Rp6 juta per orang. Ini tinggal kemauan kepala daerahnya jika konsen terhadap mutu dan kualitas pendidikan,’’ tandas Mhd Syafii. (m46)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2