Waspada
Waspada » Gubsu Tinjau Gedung Baru Covid-19 RS H Adam Malik Rp19,8 Miliar
Medan

Gubsu Tinjau Gedung Baru Covid-19 RS H Adam Malik Rp19,8 Miliar

GUBSU Edy Rahmayadi (kiri) tinjau ruang perawatan Covid-19 RSUP HAM yang baru berbiaya Rp19,8 miliar, Senin (20/7). Waspada/Ist
GUBSU Edy Rahmayadi (kiri) tinjau ruang perawatan Covid-19 RSUP HAM yang baru berbiaya Rp19,8 miliar, Senin (20/7). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Gubsu Edy Rachmayadi tinjau gedung baru Covid-19 RS H Adam Malik yang dibangun dengan biaya Rp19,8 miliar. Dengan demikian, semakin menambah jumlah fasilitas di rumah sakit itu untuk penanganan pandemi tersebut.

Gubsu yang tinjau gedung baru Covid-19 RS H Adam Malik berbiaya Rp19,8 miliar itu mengapresiasi perkembangan kesiapan ruang rawat isolasi baru di rumah sakit tersebut.

Gedung baru tersebut difasilitasi 15 ruangan isolasi bertekanan negatif yang dilengkapi dengan ventilator dan hepafilter.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian Direktur Utama RSUP HAM, Direktur Medik dan Keperawatan, dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) kepada wartawan, Senin (20/7).

Didampingi Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSUP HAM, dr Widirahardjo SpP(K), Zainal menjelaskan alur penanganan pasien Covid-19 nantinya.

Zainal mengatakan, RSUP HAM sebelumnya telah memiliki 11 ruang rawat isolasi. Seiring waktu, rumah sakit berstandar internasional ini menambah ruangan karena peningkatan kasus Covid-19 yang terus berlanjut.

Ruang Isolasi Tekanan Negatif (RITN) ini dibangun di atas tanah seluas 900 meter persegi dengan waktu pembangunan 40 hari (6 minggu).

‘’Ruang perawatan intensif dengan fasilitas yang memadai ini nanti digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala berat,’’ ucap Zainal.

‘’Pembuatan RITN ini dikerjakan bersama PT Waskita Karya Persero Tbk merupakan hibah dari Kementerian Kesehatan dalam upaya penanganan Covid-19,’’ jelas Zainal.

Apresiasi

Sementara itu, setelah meninjau gedung baru itu, Gubsu mengapresiasi perkembangan kesiapan ruang rawat isolasi baru di rumah sakit tersebut.

“Sebenarnya, rumah sakit dari pusat yang terlebih dahulu memfasilitasi perawatan pasien Covid. Bukan Martha Friska,’’ ucap Edi saat meninjau ruangan tersebut.

Tapi karena peningkatan pasien Covid, pemerintah daerah juga mengerahkan rumah sakit daerah untuk penanganan Covid.

‘’Rencanya Rumah Sakit Haji juga akan dibuatkan Ruangan Khusus Infeksius seperti ini. Luar biasa ini,’’ ucap Edi.

Selain gedung baru itu,  Sumut saat ini memiliki enam laboratorium pemeriksa Covid-19 yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan RI.

Keenam laboratorium tersebut adalah Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Adam Malik Medan, Mikrobiologi FK USU, RS Murni Teguh, RS TK. II Putri Hijau Medan dan RS Prima Husada Cipta Medan milik Pelindo I. (m29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2